rasionalika.darussunnah.sch.id – Setelah memijaki  hari-hari awal di bulan Dzulhijjah sudah pasti hari raya idul Adha semakin mendekat, sebagian sunnah mungkin telah dilaksanakan seperti berpuasa, persiapannyapun semakin matang seperti bertebarannya jual beli Sapi dan kambing di segala penjuru, Mengisi ulang toples kosong dan banyak lagi.
Berbicara tentang hari raya idul adha sama halnya dengan berbicara tentang Qurban. sebab, esensi dari hari raya idul Adha itu sendiri ialah “Berqurban” . Beberapa Hewan qurban terbaik mungkin telah dibeli dan diasingkan yang kemudian akan disembelih tepat di tanggal 10 Dzulhijjah nantinya. Adapun waktu mustajabah (Disunnahkan) untuk menyembelih hewan kurban yang disabdakan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, sebagaimana yg diriwayatkan dari imam Bhukhari dalam kitabnya Shahih Al-Bukhari sebagai berikut
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ زُبَيْدٍ الْإِيَامِيِّ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ الْبَرَاءِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَوَّلَ مَا نَبْدَأُ بِهِ فِي يَوْمِنَا هَذَا أَنْ نُصَلِّيَ ثُمَّ نَرْجِعَ فَنَنْحَرَ مَنْ فَعَلَهُ فَقَدْ أَصَابَ سُنَّتَنَا وَمَنْ ذَبَحَ قَبْلُ فَإِنَّمَا هُوَ لَحْمٌ قَدَّمَهُ لِأَهْلِهِ لَيْسَ مِنْ النُّسُكِ فِي شَيْءٍ فَقَامَ أَبُو بُرْدَةَ بْنُ نِيَارٍ وَقَدْ ذَبَحَ فَقَالَ إِنَّ عِنْدِي جَذَعَةً فَقَالَ اذْبَحْهَا وَلَنْ تَجْزِيَ عَنْ أَحَدٍ بَعْدَكَ
قَالَ مُطَرِّفٌ عَنْ عَامِرٍ عَنْ الْبَرَاءِ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ ذَبَحَ بَعْدَ الصَّلَاةِ تَمَّ نُسُكُهُ وَأَصَابَ سُنَّةَ الْمُسْلِمِينَ(رواه البخاري)
البخاري : أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بَردِزبَة الجعفي البخاري
Artinya :
Dari Al Barra`(w. 72 H) radhiallahu’anhu dia berkata; Nabi ﷺ bersabda, “Sesungguhnya yang pertama kali kita lakukan pada hari ini (‘Iduladha) adalah mengerjakan shalat kemudian pulang dan menyembelih binatang kurban, barangsiapa melakukan hal itu, maka dia telah bertindak sesuai dengan sunnah kita, dan barangsiapa menyembelih biantang kurban sebelum (shalat ied), maka sesembelihannya itu hanya berupa daging yang ia berikan kepada keluarganya, tidak ada hubungannya dengan ibadah kurban sedikitpun.” Lalu Abu Burdah bin Niyar berdiri seraya berkata, “Sesungguhnya aku masih memiliki jad’ah (anak kambing yang berusia dua tahun), maka beliau bersabda, “Sembelihlah, namun hal itu tidak untuk orang lain setelahmu.” Muttharif berkata; dari ‘Amir dari Al Barra`, bahwa Nabi ﷺ bersabda, “Barangsiapa menyembelih (hewan kurban) setelah shalat (ied) maka ibadah kurbannya telah sempurna dan dia telah melaksanakan sunnah kaum muslimin dengan tepat.”
 Istifadah :
Berkuban merupakan salah satu ibadah umat islam dalam upaya mendekatkan diri kepada tuhannya pula berbagi sesama. Dengan ritual menyembelih hewan kurban atau bisa disebut sebagai Udhiyyah(sesembelihan) yang mengatas namankan Allah, yang kemudian dihidangkan dan bibagikan sesama
Dengan syarat-syarat udhiyah dan ketentuannya Harus sehat,tidak ada cacat pada tubuh sembelihan,serta mendahului dengan kalimat takbir dan pujian kepada allah ketika berlangsung proses penyembelihan.adapun tempat yang dianjurkan ialah tempat yang bersih,dan sangat disunnahkan untuk menyembelih udhiyah  di tempat dimana kita melaksanakan solat ied Adha. alat pemotong harus tajam tidak boleh tumpul,sehingga dengan sekali gorokan saja sudah mampu memutus urat nadi udhiyah tersebut, lantas tidak ada unsur menyakiti hewan yang akan diqurbankan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here