rasionalika.darussunnah.sch.id – Sebentar lagi kita akan menyambut Hari Raya Idul Adha, banyak sekali sunnah-sunnah yang bisa kita dapatkan pada bulan dzulhijjah ini. Adapun sunnah bagi orang yang hendak berkurban adalah dengan tidak memotong kukunya, dari tanggal 1 Dzulhijjah sampai ia berkurban. Pendapat ini lah yang dipegang oleh jumhur ulama. Berikut adalah penjelasan hadisnya.
حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ الْمَكِّيُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ سَمِعَ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيَّبِ يُحَدِّثُ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا دَخَلَتْ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلَا يَمَسَّ مِنْ شَعَرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئًا
قِيلَ لِسُفْيَانَ فَإِنَّ بَعْضَهُمْ لَا يَرْفَعُهُ قَالَ لَكِنِّي أَرْفَعُهُ
Artinya :
Dari Ummu Salamah (w.62 H) bahwa Nabi ﷺ bersabda, “Jika telah tiba sepuluh (Zulhijah) dan salah seorang dari kalian hendak berkurban, maka janganlah mencukur rambut atau memotong kuku sedikitpun.”
H.R Muslim : (204 H – 261 H : 57 Tahun)
Istifadah :
Terkait hadis di atas, ada dua pendapat ulama mengenai siapakah yang harus dipotong kukunya? Apakah hewan sembelihan atau orang yang akan berkurban?
Bagi yang mengatakan yang dilarang adalah orang yang akan menyembelih karena dhamir (kata ganti) kembali kepada orang yang akan menyembelih. Logikanya adalah apa relevansi pemotongan kuku hewan? untuk itu kata ganti yang pas adalah pemilik kurban.
Pandangan yang kedua mengatakan bahwa dhamir-nya kembali kepada hewan kurban.
Adapun hikmah tidak memotong kuku dan rambut ketika hendak berkurban adalah :
Pertama, agar menyerupai orang yang sedang melakukan ihram haji. Pada saat mereka melakukan ihram haji, mereka tidak boleh memotong rambut dan kuku.
Yang kedua, agar semua bagian anggota tubuh orang yang berkurban tetap masih utuh hingga hewan kurbannya disembelih. Dengan demikian, semua anggota tubuhnya bisa mendapat jaminan terbebas dari api neraka.
Namun perlu diperhatikan, jika kondisi kuku sudah sangat panjang, hitam dan kotor sehingga tidak elok rasanya makan dengan tangan berkuku seperti itu maka dianjurkan untuk dipotong saja. Karena di atas kita sudah katakan bahwa jumhur ulama mengatakan tidak potong kuku dan rambut itu adalah sunnah bukan wajib.
Wallahu a’lam
Oleh Sri Satyaningtyas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here