rasionalika.darussunnah.sch.id – Di akhir zaman ini, banyak ulama-ulama kita yang meninggal. Jerit tangis dan kesedihan yang dialami umat ini selalu menjadi peristiwa baru yang senantiasa bergilir setiap waktu. Sebagaimana wafatnya baginda kita Nabi Muhammad saw yang kepergiannya memberikan kesedihan terhadap banyak orang, sama halnya dengan kepergian ulama dan tokoh pendirinya yang mempengaruhi banyak orang sekarang.

Bahkan jangankan mereka, seandainya orang yang kita sayangi atau yang kita kenalpun pergi menghadap kepada-Nya , niscaya kesedihan akan menyelimuti dalam diri dan raga. Namun tahukah kalian? Kesedihan yang kita rasakan pada mereka justru bisa memberatkan mereka di alam kubur.

Hal ini dituturkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shaihnya:

وَحَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ ، حَدَّثَنِي عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ ، أَنَّ سَالِمًا ، حَدَّثَهُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ” إِنَّ الْمَيِّتَ يُعَذَّبُ بِبُكَاءِ الْحَيِّ “. رواه مسلم
مسلم : أبو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري

Dari sahabat Abdullah bin Umar (w. 73 H) bahwasanya Nabi saw pernah bersabda, ” Sesungguhnya mayit bisa diazab sebab tangisannya orang yang masih hidup “.
H.R Muslim (204 H – 261 H : 57 tahun)

Hadis di atas mengisyaratkan bahwa, di samping menangis adalah fitrah yang diberikan oleh Allah kepada manusia ketika bersedih, namun juga memiliki batas yang tidak boleh dilewati. Dampaknya, tangisan yang berlebihan akan mengakibatlan siksaan yang pedih bagi mayat.

Di sisi lain, sebaiknya juga bukan hanya sekedar menangisi, namun juga mendoakan untuk ketenangan dan kebahagian sang mayat. Hal ini lebih bermanfaat dan beguna ketimbang harus meratapinya tanpa ada kemanfaatan yang didapat oleh mayit.

Dalam kitab Hujjah Ahli Sunnah wal Jamaah karangan Kiai Ali Maksum, beliau mengutip pendapat-pendapat ulama yang menyatakan bahwa hadiah yang kita berikan kepada mayit (al-Fatihah, doa, tahlil, zikir dan wirid lainnya) itu dapat sampai kepadanya. Dalam riwayat lain, Rasulullah juga pernah menaruh pelepah kurma di atas kuburan seseorang yang beliau dengar sedang mengalami siksaan berat. Lantas beliau bersabda “Semoga pelepah ini bisa meringankan siksaannya”.

Semoga dengan kita mendoakan mayat, Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan menempatkannya di tempat yang terbaik, lantas memberikan kita kesadaran bahwa semua yang terjadi sudah atas kehendak-Nya.

Wallahu A’lam

Oleh Ahmad Rifai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here