rasionalika.darussunnah.sch.id – Hutang merupakan sebuah kewajiban yang harus kita bayar, apabila kita mendapati diri kita berhutang maka segeralah dibayar hutang kita agar tidak menjadi beban hingga dibawa mati. Karena hal tersebut akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.
Namun, apabila kita mendapati diri kita kesusahan dalam membayar hutang maka hendaknya kita terus berusaha dan berdoa kepada Allah swt agar dimudahkan jalan kita untuk melunasinya. Rasulullah saw mengajarkan kita doa yang mana dapat membantu dan mempermudah jalan kita dalam melunasi hutang kita meskipun hutang kita begitu besar dan banyak.
Dalam riwayat Imam At-Tirmidzi pada bab doa nabi saw mengatakan:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ حَسَّانَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ إِسْحَقَ عَنْ سَيَّارٍ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ مُكَاتَبًا جَاءَهُ فَقَالَ إِنِّي قَدْ عَجَزْتُ عَنْ كِتَابَتِي فَأَعِنِّي قَالَ أَلَا أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ عَلَّمَنِيهِنَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ كَانَ عَلَيْكَ مِثْلُ جَبَلِ صِيرٍ دَيْنًا أَدَّاهُ اللَّهُ عَنْكَ قَالَ قُلْ اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
– الترمذي: أبو عيسى محمد بن عيسى بن سورة بن موسى بن الضحاك السلمي الترمذي.

Artinya:
Dari Ali ra. bahwa seorang budak mukatab (yang mengadakan perjanjian pembebasan dengan tuannya) datang kepadanya dan berkata; aku tidak mampu membayar pembebasanku, maka tolonglah aku! Ali berkata; maukah aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat yang telah Rasulullah saw ajarkan kepadaku, yang seandainya engkau memiliki utang sebesar gunung Shir niscaya Allah akan membayarkannya untukmu? Ali berkata; ucapkanlah; ALLAAHUMMAKFINII BIHALAALIKA ‘AN HARAAMIK, WA AGHNINII BIFADHLIKA ‘AMMAN SIWAAK (Ya Allah, cukupkanlah aku dengan kehalalan-Mu sehingga tidak memerlukan keharaman-Mu, dan jadikanlah aku kaya sehingga tidak butuh kepada selain-Mu).
HR. At-Tirmidzi (209 H – 279 H) 70 Tahun.

Hutang adalah suatu akad meminjam uang ataupun barang yang wajib dikembalikan pada waktu tertentu. Namun, hutang sebenarnya juga bukan hanya berkaitan dengan uang ataupun barang tetapi juga janji, sesorang bisa saja berhutang atas janjinya kepada orang lain.

Ketika seseorang berhutang, maka dia berarti mengemban tanggungan untuk membayar atau melunasi hutangnya. Jikalau seseorang sudah mampu untuk membayar hutangnya maka segerakanlah untuk membayar, karena membayar hutang adalah hal yang hukumnya wajib. Dalam beberapa riwayat ada yang mengatakan bahwa dosa tidak membayar hutang itu tidak bisa terhapuskan meskipun orang tersebut memiliki status mati syahid di jalan Allah. Nah, dari sini kita dapat simpulkan begitu besarnya tanggungan seseorang apabila berhutang.

Dalam hadis ini Rasulullah saw mengajarkan doa untuk memudahkan dalam membayar hutang meskipun hutangnya begitu banyak dan besar yang mana apabila diumpamakan sebesar gunung. Dengan doa ini dapat memudahkan kita untuk membayar dan melunasi hutang yang kita tanggung, dan tentunya bukan hanya doa saja, melainkan dengan usaha yang kuat untuk bisa melunasi hutang.

Wallahu A’lam
Oleh Ghina Farhanah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here