rasionalika.darussunnah.sch.id – Anak adalah nikmat terbesar yang diberikan oleh Allah untuk orang tua. Setiap anak memiliki kewajiban dan hak kepada orang tua. Begitu juga, orang tua juga mempunyai kewajiban dan hak kepada anak.
Di antara kewajiban orang tua kepada anak ialah agar menjaga kerukunan anak dengan cara tidak pilih kasih dalam hal pemberian kepada anak. Imam al-Bukhari dalam kitab Sahih-nya pada bab “Hibah untuk Anak” meriwayatkan:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ ، أَخْبَرَنَا مَالِكٌ ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ ، عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ ، وَمُحَمَّدِ بْنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ ، أَنَّهُمَا حَدَّثَاهُ عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ ، أَنَّ أَبَاهُ أَتَى بِهِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : إِنِّي نَحَلْتُ ابْنِي هَذَا غُلَامًا. فَقَالَ : ” أَكُلَّ وَلَدِكَ نَحَلْتَ مِثْلَهُ ؟ “ قَالَ : لَا. قَالَ : ” فَارْجِعْهُ “.

Artinya:
Dari An Nu’man bin Basyir (w. 65 H) bahwa bapaknya datang bersamanya menemui Rasulullah ﷺ lalu berkata, “Aku hadiahkan kepada anakku ini ghulam (pembantu) “. Maka beliau bertanya, “Apakah semua anakmu kamu hadiahkan seperti ini?”. Dia menjawab, “Tidak”. Maka beliau bersabda, “Kalau begitu, lebih baik kamu bawa pulang kembali.”
HR. al-Bukhari (w. 256 h)

Hadis ini menunjukan agar orang tua berlaku adil kepada setiap anak. Jangan sampai orang tua memberi satu anak, sementara yang lain tidak. Karena, hal ini akan menyebabkan kecemburuan antar anak. Tentunya hal ini tidak baik untuk keluarga.

Di dalam riwayat lain disebutkan:

فَاتَّقُوا اللَّهَ، وَاعْدِلُوا بَيْنَ أَوْلاَدِكُمْ

“Bertakwalah kepada Allah. Bersikap adillah terhadap anak-anakmu,” (HR. al-Bukhari).

Kemudian, hadis ini juga menunjukan atas kebolehan untuk meminta kembali hibah yang telah diberikan kepada anak. Hal ini tentunya demi menjaga kerukunan di dalam keluarga.

Wallahu a’lam

Oleh Nadiya Lil Khairi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here