rasionalika.darussunnah.sch.id – Bulan Syawal adalah bulan yang disebut sebagai penyempurna ibadah di bulan ramadhan. Jadi, amalan di bulan Ramadhan tak berakhir ketika lebaran tiba, namun lebih ditingkatkan lagi dengan menjalankan amalan ibadah di bulan Syawal.

Banyak amalan ibadah yang bisa dilaksanakan di bulan Syawal, diantaranya ada puasa 6 hari di bulan Syawal, ada juga silaturahmi, dan juga menikah di bulan Syawal termasuk amalan ibadah yang dianjurkan.

Kenapa sangat dianjurkan menikah di bulan Syawal?.

Anjuran menikah di bulan Syawal ini juga terdapat dalam Hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah ra. :

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَاللَّفْظُ لِزُهَيْرٍ قَالَا حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ أُمَيَّةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَت تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَوَّالٍ وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي قَالَ وَكَانَتْ عَائِشَةُ تَسْتَحِبُّ أَنْ تُدْخِلَ نِسَاءَهَا فِي شَوَّالٍ (رواه مسلم)

مسلم : أبو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري.

Artinya :

Dari ‘Aisyah ra. (w.58 H) dia berkata, “Rasulullah ﷺ menikahiku pada bulan Syawal, dan mulai berumah tangga bersamaku pada bulan Syawal, maka tidak ada di antara istri-istri Rasulullah ﷺ yang lebih mendapatkan keberuntungan daripadaku.” Perawi berkata, “Oleh karena itu, ‘Aisyah sangat senang menikahkan para wanita di bulan Syawal.”

HR. Muslim (204 H 261 H :57 Tahun).

Dari Imam An Nawawi menjelaskan bahwasanya di dalam Hadis ini terdapat anjuran untuk menikah dan membangun rumah tangga di bulan Syawal.

Begitu pula dengan perkataan Ibnu Katsir yang dikutip dari kitab Al-Bidayah wan Nihayah, yaitu bahwasannya Rasulullah SAW menikahi Aisyah untuk membantah keyakinan yang salah dari sebagian masyarakat yaitu tidak suka menikah diantara dua ‘ied. Mereka khawatir akan terjadi kerusakan rumah tangga (perceraian), keyakinan itu sangatlah tidak benar.

Adapun dari Aisyah ra. dengan diriwayatkannya hadis ini ia bermaksud ingin membantah apa yang diyakini oleh kaum Jahiliyah dahulu dan anggapan takhayul sebagian orang awam pada masa kini yang menyatakan kemakruhan menikah, menikahkan dan membangun rumah tangga di bulan Syawal. Dan ini adalah batil. Pendapat mereka tidak ada dasarnya sama sekali.

Ini termasuk peninggalan Jahiliyyah yang ber-tathayyur (menganggap Sial) hal itu. Karena penamaan bulan Syawal dari “الإشالة و الرفع” yang menurut mereka bermakna menghilangkan keberuntungan.

Jadi marilah kita perbanyak amalan ibadah di bulan Syawal, termasuk salah satunya adalah dengan menikah. Apabila sudah siap dan matang maka segeralah menikah.

Wallahu A’lam

Oleh M.Naufal Kamali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here