rasionalika.darussunnah.sch.id – Mempertahankan, melestarikan dan menjaga “sesuatu”, masih menjadi tantangan terdahsyat, dan pula amanah terhebat dalam diri. Yang pada hakikatnya “mempertahankan” memang lebih sulit dari pada mendapatkan. Layaknya kemudahan dalam pencapaiaan, kehilangan dan kepergiannyapun merupakan perihal yang sangat sederhana nan sangat sepele.Tak heran, jika seseorang dengan mudahnya kehilangan sesuatu sebab merasa puas akan suatu pencapaiannya. Padahal dengan digenggamnya suatu pencapaian bukan berarti tersudahi suatu perjuangan dan pengorbanan.

Sama halnya dengan upaya kita dalam menjaga dan melestarikan Kitab suci kita Al-Quran Al-Karim, penting adanya perhatian khusus disana. Terlebih bagi para huffadz khususnya, sudah seyogyanya mereka senantiasa mengulang-ulang bacaan atau muraja’ah tilawahnya sebagai bagian dari upaya mempertahankan hafalannya.

Sebagaimana perumpamaan yang disabdakan oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّمَا مَثَلُ صَاحِبِ الْقُرْآنِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْإِبِلِ الْمُعَقَّلَةِ إِنْ عَاهَدَ عَلَيْهَا أَمْسَكَهَا وَإِنْ أَطْلَقَهَا ذَهَبَتْ (رواه البخاري)
البخاري : أبو عبدالله محمد بن محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن مغيرة بن بردزبة الجعفي البخاري

Artinya :
Dari Ibnu Umar radhiallahu’anhuma (W. 73H), bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya perumpamaan para penghafal Al-Quran adalah seperti seorang yang memiliki unta yang terikat, jika ia selalu menjaganya, maka ia pun akan selalu berada padanya, dan jika ia melepaskannya, niscaya akan hilang dan pergi.”

Bisa dianalogikan seperti ini; Terdapat berbagai macam metode dan teori menghafal, ada yang menggunakan metode 3T + 1M yakni talqin atau tasmi’, tafahhum, tikrar dan muroja’ah, ada yang menggunakan metode 4 tahun khatam bahkan 3 bulan khatam. Dari sekian banyak metode menghafal sudah dipastikan terdapat beberapa orang yang berhasil melakukan pencapaian di masing-masing metode yang ada.

Namun untuk menjaga hafalan, metode terampuh hanyalah dengan mengistiqomahkan untuk terus dan selalu mengulang-ulang bacaan, murojaah, muroja’ah dan muroja’ah. Hafalan yang kuat dan cekat (mutqin) hanya dimiliki oleh mereka yang teguh dan gigih dalam mengulang-ulang tilawahnya.

Seperti perumpamaan yang terdapat pada hadis di atas. Dijelaskan dalam kitab yang lebih panjang penjelasan “unta” yang dimaksud ialah unta jantan, mengapa demikian? Sebab unta jantan lah yang paling mudah dan gesit untuk melarikan diri tatkala tuannya lalai dalam penjagaan dan lengah dalam mengikat untanya. Seperti itulah, mudahnya hafalan luntur dan hilang dalam diri.

Kalau bukan kita yang menjaga kesucian dan kemurnian Al-Quran, siapa lagi?
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِ نَّا لَهٗ لَحٰـفِظُوْنَ

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.”
(QS. Al-Hijr 15: Ayat 9)

اللهم اجعلنا وأولادنا من أهل القرآن والتقى والخير

Aamiin Allhumma aamiin
Wallahu A’lam

Oleh Naja Saniatur R

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here