rasionalika.darussunnah.sch.id – Doa adalah permohonan seorang hamba kepada Allah swt. Manusia dengan segala cita dan harapannya, dapat menyampaikan permohonan apa saja kepada Allah.
Dalam Al-Quran, Allah swt. berjanji pada seseorang jika berdoa kepada-Nya maka akan dikabulkan. Hal ini tercantum dalam Surat Al-Baqarah ayat 186:

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ 

Lalu bagaimana berdoa yang baik bagi kita, di sini kita akan membahas sebuah hadis Nabi mengenai tata cara berdoa yang sesuai. Dalam kitab Riyadhus Shalihin dinukil dari riwayat Imam At-Tirmidzi pada bab ما جاء في جامع الدعوات عن النبي صلى الله عليه وسلم (Kitab Doa) mengatakan:

حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ الْمُقْرِيُّ حَدَّثَنَا حَيْوَةُ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو هَانِئٍ الْخَوْلَانِيُّ أَنَّ عَمْرَو بْنَ مَالِكٍ الْجَنْبِيَّ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ فَضَالَةَ بْنَ عُبَيْدٍ يَقُولُ سَمِعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا يَدْعُو فِي صَلَاتِهِ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَجِلَ هَذَا ثُمَّ دَعَاهُ فَقَالَ لَهُ -أَوْ لِغَيْرِهِ- إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيدِ اللَّهِ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ يُصَلِّى عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ يَدْعُو بَعْدُ بِمَا شَاءَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
– الترمذى : أبو عيسى محمد بن عيسى بن سورة بن موسى بن الضحاك السلمي الترمذي.

Artinya :
Dari Fadhalah bin ‘Ubaid berkata; Nabi ﷺ mendengar seseorang berdoa dalam salatnya dan tidak mengucapkan shalawat kepada Nabi ﷺ, kemudian Nabi ﷺ bersabda, “Orang ini telah tergesa-gesa.” Kemudian beliau memanggilnya dan berkata kepadanya -atau kepada orang lain-, “Apabila salah seorang diantara kalian melakukan shalat maka hendaknya ia memulai dengan memuji Allah kemudian bershalawat kepada Nabi ﷺ kemudian berdoa setelah itu dengan doa yang ia kehendaki.” Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih.
HR. At Tirmidzi (209 H – 279 H) 70 Tahun

Jika ibadah digambarkan ke dalam struktur tubuh manusia maka doa merupakan bagian otaknya ibadah. Doa berperan merencanakan, memulai, dan mengevaluasi. Saat seseorang hendak melakukan pekerjaan dengan berdoa, berarti dia sedang merencanakan sesuatu. Hal ini juga serupa jika doa diibaratkan dengan sebuah pekerjaan yang mendapatkan imbalan. Seseorang yang melakukan pekerjaan pada sebuah perusahaan tentunya akan mendapatkan imbalan atas pekerjaannya. Orang yang berdoa pun akan mendapatkan imbalan, baik imbalan pahala atas apa yang dikerjakan ataupun imbalan berupa terkabulnya doa. Kesimpulannya, doa merupakan bagian dari ibadah. Makin banyak doa dipanjatkan maka makin banyak imbalan atau pahala yang akan didapatkan.

Pada hadis ini, Rasulullah saw. mengajarkan kita bagaimana adab atau tata cara berdoa yang baik dan benar. Diantaranya yaitu apabila kita berdoa hendaknya tidak tergesa-gesa, mengawali doa dengan memuji Allah kemudian bershalawat kepada baginda Nabi Muhammad saw. Lalu berdoa kebaikan sesuai yang dikehendaki.

Wallahu A’lam
Oleh Ghina Farhanah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here