rasionalika.darussunnah.sch.id – Zakat menurut bahasa adalah kesucian, peningkatan atau keberkahan, sedangkan fitri menurut bahasa adalah أصلٌ صحيحٌ يدلُّ على فتحِ شيءٍ وإبرازِه yaitu asal mula yang benar yang menunjukan terbukanya sesuatu.
Sedangkan makna Zakat Fitri dalam literatur fikih yaitu
صدقةٌ مُقدَّرة عن كلِّ مسلمٍ قبل صلاةِ عِيدِ الفِطر في مصارِفَ معيَّنة 
Artinya: Zakat dengan takaran tertentu yang diwajibkan kepada setiap muslim sebelum Salat Idulfitri dan diberikan kepada mustahik zakat (orang yang berhak menerima zakat).
Istinbat Hukum dari ketentuan ini diantaranya dari Hadis Abdullah bin Umar radhiallahu’anhu
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ السَّكَنِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَهْضَمٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ عُمَرَ بْنِ نَافِعٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ وَالذَّكَرِ وَالْأُنْثَى وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنْ الْمُسْلِمِينَ وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلَاةِ (رواه البخاري) 
البخاري : هو أبو عبد الله محمد بن اسماعيل بن ابراهيم بن المغيرة بن بردزبة الجعفي البخاري
Artinya:
Dari Abdullah bin Umar radhiallahu’anhu berkata, “Rasulullah ﷺ mewajibkan Zakat Fitri satu sha’ dari kurma atau sha’ dari gandum bagi setiap hamba sahaya (budak) maupun yang merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar dari kaum muslimin. Dan beliau memerintahkan agar menunaikannya sebelum orang-orang berangkat untuk Salat (‘Id) “.
HR. al-Bukhari (194 H – 256 H : 62 Tahun)
Hadis di atas memiliki makna ketentuan Zakat Fitri sebagai berikut:
1. Besarnya Zakat Fitri adalah satu sha’ yaitu 2176 gram atau 2,2 Kg beras atau makanan pokok. Dalam praktiknya, jumlah ini digenapkan menjadi 2,5 Kg, karena untuk kehati-hatian. Hal ini dianggap baik oleh para ulama;
2. Menurut Mazhab Hanafi, diperbolehkan mengeluarkan Zakat Fitri dengan uang seharga ukuran itu, jika dianggap lebih bermanfaat bagi mustahik;
3. Pada dasarnya, kewajiban Zakat Fitri dimulai saat tenggelamnya matahari bulan Syawal. Namun hukumnya jawaz (boleh) menunaikannya di bulan Ramadan dengan memakai pola ta’jil al-zakat, mempercepat penunaian Zakat Fitri sebelum waktu wajibnya.
Demikian penjelasan mengenai hukum menunaikan Zakat Fitri di bulan Ramadan, semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here