rasionalika.darussunnah.sch.id – Di dalam Al-Qur’an, Allah menginginkan adanya kemudahan untuk umat Nabi Muhammad saw. dalam perkara agamanya. Seperti banyaknya cara yang dapat kita terapkan untuk berlaku baik terhadap sesama. Seperti pada hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dzar r.a.

حَدَّثَنِي أَبُو الرَّبِيعِ الزَّهْرَانِيُّ ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ ، حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ ح وَحَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ هِشَامٍ ، وَاللَّفْظُ لَهُ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنْ أَبِي مُرَاوِحٍ اللَّيْثِيِّ ، عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ : قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّ الْأَعْمَالِ أَفْضَلُ ؟ قَالَ : ” الْإِيمَانُ بِاللَّهِ، وَالْجِهَادُ فِي سَبِيلِهِ “. قَالَ : قُلْتُ : أَيُّ الرِّقَابِ أَفْضَلُ ؟ قَالَ : ” أَنْفَسُهَا عِنْدَ أَهْلِهَا، وَأَكْثَرُهَا ثَمَنًا “. قَالَ : قُلْتُ : فَإِنْ لَمْ أَفْعَلْ. قَالَ : ” تُعِينُ صَانِعًا، أَوْ تَصْنَعُ لِأَخْرَقَ “. قَالَ : قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ ضَعُفْتُ عَنْ بَعْضِ الْعَمَلِ ؟ قَالَ : ” تَكُفُّ شَرَّكَ عَنِ النَّاسِ، فَإِنَّهَا صَدَقَةٌ مِنْكَ عَلَى نَفْسِكَ “.

مسلم :أبو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري.

Artinya:

Dari Abu Dzar r.a. (w. 32 H) dia berkata, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah saw., ‘Wahai Rasulullah! Amalan apakah yang paling utama? ‘ Rasulullah saw. menjawab, “Beriman kepada Allah dan berjihad pada jalan-Nya.” Aku bertanya, “Hamba sahaya yang bagaimanakah yang paling utama?” Rasulullah saw. menjawab, “Hamba sahaya yang paling baik menurut pemiliknya dan paling mahal harganya.” Aku bertanya lagi, “Bagaimana jika aku tidak bisa mengerjakannya?” Rasulullah saw. menjawab, “Kamu bisa membantu orang yang bekerja atau berkerja untuk orang yang tidak memiliki pekerjaan.” Aku bertanya lagi, ‘Wahai Rasulullah! Apa pendapatmu jika aku tidak mampu melakukan sebagian dari amalan? ‘ Rasulullah saw. menjawab, “Kamu hendaklah menghentikan kejahatanmu terhadap orang lain karena hal itu merupakan sedekah darimu kepada dirimu.”

Muslim (204 H – 261 H) 57 tahun.

Kemudahan yang Allah berikan telah jelas pada hadis ini, seorang yang tidak mampu bersedekah kepada sesama, cukup baginya menghentikan kejahatan kepada orang lain, maka itu menjadi kebaikan baginya.

Allah swt. juga telah menganugerahkan para hambanya dengan bentuk nikmat yang bermacam-macam, salah satunya hati yang dikaruniai dengan sifat baik dan dermawan. Di antara kebaikan-kebaikan yang umat manusia lakukan, hanya orang yang beriman kepada Allah lah yang akan diterima, karena ia menjadi syarat awal diterimanya amal baik.

Wa’allahu a’lam

Oleh Fikri Akbar Fadilah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here