rasionalika.darussunnah.sch.id – Puasa adalah perbuatan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari. Meskipun dengan hal tersebut puasa seseorang telah dianggap sah, namun jika tidak dibarengi pula dengan menahan diri dari perbuatan dan perkataan tercela (kotor) maka puasa yang telah dijalani pun akan menjadi sia-sia.

Sebagaimana yang telah Rasulullah sampaikan dalam sebuah hadis pada kitab Riyadh al-Shalihin bab Amr bihifdzi al-lisan (perintah untuk menjaga lisan) dinukil dari riwayat Abu Hurairah (w. 57 H) dalam Shahih al-Bukhari bab Al-Shaum bahwa Rasulullah saw. bersabda:

حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ الْمَقْبُرِيُّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَه.

البخاري :  وهو أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بَردِزبَة الجعفي البخاري.

Artinya:

Dari Abu Hurairah ra. (w.57 H) berkata; Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan keji dan berbuat keji, Allah tidak butuh orang itu meninggalkan makan dan minumnya”.

HR. Al-Bukhari (194 H – 256 H) 62 tahun.

Dari hadis tersebut kita tahu bahwasanya berpuasa tidaklah hanya meningkatkan kualitas spiritual saja melainkan meningkatkan kualitas akhlak kita yaitu dengan menahan diri dari tindakan dan perkataan yang kotor.

Sebentar lagi bulan Ramadan akan berlalu, pastinya akan menjadi bulan yang sangat dirindukan dan dinanti, mari kita tingkatkan kualitas puasa dengan meninggalkan hal-hal yang tidak terpuji. Semoga dibulan yang suci tahun ini kita tidak tergolong orang yang hampa, yang puasanya sia-sia akibat tidak mampu menahan hal-hal yang tidak terpuji. Aamiin

Wallohu a’lam

Oleh Inti Ma’muroh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here