rasionalika.darussunnah.sch.id. Dalam bulan Ramadan tentu saja memiliki banyak keutamaan di dalamnya, salah satunya adalah dilipat-gandakannya pahala bagi orang yang mengerjakan kebaikan. Karena sebab itu, kita dalam bulan Ramadan harus memanfaatkan momen ini sebaik-sebaiknya.

Banyak hal yang dapat kita lakukan dalam memanfaatkan keutamaan bulan Ramadan, salah satunya dengan berbagi. Beruntungnya, masyarakat kita terbiasa melakukan berbagai kegiatan sosial dalam bulan ini seperti bagi-bagi takjil, mengadakan buka bersama dengan anak yatim, dan lain sebagainya.

Hal di atas tentu saja selain memiliki dampak sosial yang baik, juga memiliki dampak ruhani atau ibadah terhadap orang yang melakukannya. Hal ini sebagaimana yang disabdakan Nabi saw. dalam Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi yang berbunyi:

حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحِيمِ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا. 

الترمذي : أبو عيسى محمد بن عيسى بن سورة بن موسى بن الضحاك السلمي الترمذي.

Artinya:

Dari Zaid bin Khalid Al Juhani (w. 78 H) berkata; Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang memberi makan orang yang berbuka, dia mendapatkan seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun”.

H.R Tirmidzi. (209 H – 279 H) 70 tahun.

Seperti firman Allah swt. yang memerintahkan kita untuk saling membantu dalam kebaikan dan ketakwaan, hadis ini hadir yang menjadi salah satu output atau pelaksanaan dari firman Allah swt tersebut, yaitu dengan saling berbagi dan memberi kebaikan yang dalam hal ini adalah memberi makanan untuk berbuka bagi orang yang berpuasa.

Salah satu ulama kontemporer, yakni Syaikh Ibn ‘Utsaimin dalam kitab syarah Riyadh ash-Shalihin menyebutkan, memang terdapat perbedaan pendapat tentang ukuran minimal pemberiannya agar mendapat pahala yang sama dengan yang berpuasa, apakah cukup hanya sekedar kurma? Atau harus membuat kenyang?

Namun, kesimpulan yang diambil adalah berdasarkan zhohirnya hadis, bahwa yang terpenting adalah mendorong umat Muslim untuk berkeinginan dalam memberikan makanan pembuka untuk orang yang berpuasa. Oleh sebab itu, kita diajak oleh Nabi saw. dalam hadisnya ini untuk lebih meningkatkan keinginan berbuat baik, yang dalam konteks ini adalah saling berbagi.

Wallahu A’lam

Oleh Faidhurrahman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here