rasionalika.darussunnah.sch.id – Dalam ayat 3 surah al-Qadr, Allah swt. menerangkan bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam yang memancarkan cahaya hidayah yang diturunkan untuk kebahagiaan manusia. Malam ini lebih utama dari seribu bulan. Menjalankan ibadah pada malam ini memiliki keutamaan di antaranya mendapatkan kemuliaan dan ganjaran yang lebih baik bahkan sampai diampuni dosa-dosanya yang sudah lampau, sebagaimana termaktub dalam kitab Sahih al-Bukhari bab “Fadilah Lailatul Qadar,”:

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ حَفِظْنَاهُ وَإِنَّمَا حَفِظَ مِنَ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِه

البخاري : أبو عبد الله محمد بن إسماعيل البخاري

Artinya:
Dari Abu Hurairah radiyallahu ’anhu (w. 57H) dari Nabi ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang melaksanakan puasa Ramadan karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dari-Nya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya, dan barangsiapa yang menegakkan Lailatul Qadar karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dari-Nya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya”

HR. al-Bukhari (194 H – 256 H ) 62 tahun.

Dan masih banyak lagi keutamaan malam Lailatul Qadar, akan tetapi kapankah terjadinya Lailatul Qadar tersebut?

Meskipun Lailatul Qadar ini tidak diketahui kapan datangnya, namun umat Islam diminta untuk mencarinya di 10 hari terakhir bulan Ramadan. Hal ini seperti sabda Rasulullah saw.:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Carilah Lailatul Qadar pada malam yang ganjil dalam sepuluh malam yang akhir dari Ramadan.

Karenanya mari kita sama-sama menguatkan kualitas ibadah kita di penghujung Ramadan ini dan sungguh-sungguh dalam mencari ampunan Allah swt., karena seburuk-buruknya manusia adalah ketika Ramadan telah habis sedangkan ia tidak mendapatkan ampunan dari Allah swt.

Wallahu A’lam

Oleh Chaidar Muqaddam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here