rasionalika.darussunnah.sch.id- Shalat adalah interaksi seorang hamba dengan rabb-nya, dan nikmatnya seorang hamba yaitu ketika dapat merasakan kekhusyu’an didalam shalatnya. Sering kita mendapati ketika berjamaah imam yang memanjangkan shalatnya dengan membaca bacaan yang panjang dalam salat sehingga para ma’mum merasa gelisah. Bagaimana hukum tersebut ?  Dalam konteks ini Imam Al- bukhari meriwayatkan hadis dalam kitab shahih-nya pada kitab adzan nomor 703, sebagai berikut :

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ لِلنَّاسِ فَلْيُخَفِّفْ فَإِنَّ مِنْهُمْ الضَّعِيفَ وَالسَّقِيمَ وَالْكَبِيرَ وَإِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ لِنَفْسِهِ فَلْيُطَوِّلْ مَا شَاءَ. ( رواه البخاري)

البخاري : وهو أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بَردِزبَة الجعفي البخاري

Dari Abu Hurairah r.a. ( w. 57 H.)  bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Jika seseorang dari kalian memimpin shalat orang banyak, hendaklah dia meringankannya. Karena di antara mereka ada orang yang lemah, orang yang sakit dan orang yang berusia lanjut. Namun bila dia shalat sendiri silahkan dia panjangkan sesukanya.

AL- Bukhari (194 H – 256 H) 62 tahun.

Dalam hadis lain yang diriwayatkan Abu mas’ud uqbah bin a’mr Al –anshory ia berkata ; bahwasannya ada seorang laki-laki mendatangi Rasulullah saw. seraya berkata, :” ya rasulullah ‘Aku mengundurkan diri dari shalat Subuh karena (tindakan) fulan berupa memanjang-manjangkan shalat dalam mengimami kami.”’ Tidaklah aku melihat Nabi SAW marah dalam suatu nasihat satu kali pun daripada kemarahannya pada waktu itu,  lalu seraya rasululllah bersabda: “ Wahai orang orang, sesungguhnya di antara kalian ada yang membuat lari orang lain. Siapapun di antara kalian mengimami manusia, maka hendaklah dia meringkasnya, karena di belakangnya ada orang yang sudah tua, lemah, dan orang yang memiliki hajat’.”

Dari kedua riwayat hadis tersebut rasulullah saw. Menganjurkan kepada ummatnya agar meringankan shalat khususnya ketika berjamaah didalam masjid atau majlis, yaitu dalam bacaan bacaan sholat ketika berdiri, ruku’, maupun sujud. Karena ma’mum dikhawatirkan terdapat orang yang tidak kuat lama untuk sholat seperti orang yang sakit, lanjut usia,dan yang memiliki udzur dan hajat. Tentu yang dimaksud dari meringankan shalat bukan berarti imam  terburu buru dalam  shalat sehingga hilang tuma’nina sebagai rukun dari pada  shalat.

Anas bin malik r.a berkata : tidaklah aku shalat dibelakang seseorang yang sholat lebih ringan dan lebih sempurna melainkan hanya rasulullah saw.

Dan sebaliknya ketika kita melaksanakan shalat secara fard di anjurkan untuk membaca bacaan yang panjang sesuai batas kemampuan kita sendiri.

Wallahu A’lam

Oleh Harry badriyan syah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here