rasionalika.darussunnah.sch.id– Cinta merupakan fitrah yang dimiliki setiap insan. Berangkat dari kata “cinta”, ada satu hal yang di sebut-sebut sebagai bukti dari rasa cinta yaitu “cemburu”. Allah selain Dzat yang mencintai hamba-Nya dengan mengarunai berbagai macam nikmat, pun sebagai Dzat yang Pencemburu. Al-Bukhari meriwayatkan hadis mengenai kecemburuan Allah ini pada bab al-Ghairah dalam kitab al-Nikah, yang berbunyi:

وَعَنْ يَحْيَى أَنَّ أَبَا سَلَمَةَ حَدَّثَهُ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ح حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ يَحْيَى عَنْ أَبِي سَلَمَةَ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِنَّ اللَّهَ يَغَارُ وَغَيْرَةُ اللَّهِ أَنْ يَأْتِيَ الْمُؤْمِنُ مَا حَرَّمَ اللَّهُ (رواه البخاري)

البخاري :  وهو أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بَردِزبَة الجعفي البخاري.

Artinya:

Dan dari Yahya bahwa Abu Salamah Telah menceritakan kepadanya bahwa Abu Hurairah Telah menceritakan kepadanya, bahwa ia mendengar Nabi SAW bersabda. -Dalam riwayat lain- Telah menceritakan kepada kami Abu Nu’aim Telah menceritakan kepada kami Syaiban dari Yahya dari Abu Salamah bahwa ia mendengar Abu Hurairah r.a (W. 57 H), dari Nabi ﷺ, bahwa beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah itu cemburu. Dan kecemburuan Allah datang, bilamana seorang mukmin melakukan hal yang diharamkan Allah.”

Al-Bukhari (194 H – 256 H) 62 tahun.

Menurut al-Thaiybi, kecemburuan Allah itu sifat yang tetap dan akan muncul ketika seorang hamba tidak menaati-Nya, melanggar aturan-Nya dan melakukan sesuatu yang telah diharamkan-Nya. Sebagai Dzat Yang Maha Esa, Allah Swt. tak berkenan diduakan oleh hamba-Nya dengan dzat selain Allah.

Allah Swt. akan cemburu dan marah kepada hamba yang tidak taat dan berbuat dosa, dan tak ada seorangpun yang lebih cemburu daripada Allah. Maka sebagai hambanya, haruslah kita menghindar dari maksiat dan senantiasa merasa bahwa Allah selalu mengawasi dan tak pernah lengah, seperti yang termaktub dalam firman-Nya:

وَهُوَ مَعَكُمْ اَيْنَ مَا كُنْتُمْ  وَا للّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ

Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Hadid : 4)

Serta firman-Nya:

وَلَا تَحْسَبَنَّ اللّٰهَ غَا فِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظّٰلِمُوْنَ

“Dan janganlah engkau mengira, bahwa Allah lengah dari apa yang diperbuat oleh orang yang zalim.” (QS. Ibrahim : 42)

Apapun yang kita lakukan baik di tempat terbuka bahkan di tempat sepi dan tertutup sekalipun, walau tak ada manusia yang melihat, namun Allah Swt. Maha Melihat, Maha Mengetahui semua yang kita perbuat. Maka, janganlah sekali-kali kita melakukan hal-hal yang dilarang-Nya, jangan merasa aman dari pengawasan-Nya, dan bahkan janganlah pula hati kita terlalu terikat dan mencinta yang selain-Nya. Karena semua itu dapat membangkitkan rasa cemburu Allah.

Wallahu a’lam

Oleh Dini Sadiyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here