rasionalika.darussunnah.sch.id-Rasulullah Saw mengajarkan kepada kita agar senantiasa berdoa, meminta kepada Allah Swt. Berdoa merupakan salah satu simbol ketidakmampuan dan betapa butuhnya kita kepada Allah Swt. Doa-doa yang Nabi Saw ajarkan teramat banyak. Salah satunya yaitu doa ketika hendak dan bangun tidur.

Imam al-Bukhari menyebutkan dalam kitab Sahih-nya, pada bab doa-doa:

حَدَّثَنَا قَبِيصَةُ ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ ، عَنْ رِبْعِيِّ بْنِ حِرَاشٍ ، عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ قَالَ : ” بِاسْمِكَ أَمُوتُ وَأَحْيَا “. وَإِذَا قَامَ قَالَ : ” الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ “. رواه البخاري

Artinya:

Dari Hudzaifah bin Yaman ra. (W. 36 H), dia berkata; “Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak tidur, beliau mengucapkan: ‘Bismika amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu aku mati dan aku hidup).’ Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: “Al Hamdulillahilladzii ahyaana ba’da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali).”

Al-Bukhari (194 H- 256 H, 62 Tahun)

Do’a tersebut diatas terbilang singkat, namun syarat akan makna, “Dengan menyebut nama-Nya aku mati dan aku hidup”. Seakan sedang mengingatkan bahwa hidup ini harus senantiasa diisi dengan mengingat Allah Swt. Dalam keadaan apapun, kapanpun dan dimanapun.

Begitu juga dengan doa bangun tidur. Diawali dengan “alhamdulillah”, kalimat pujian untuk Tuhan yang maha pengasih. Masih memberi kita kesempatan untuk bangun melanjutkan hidup. Karena demikian banyak orang yang tidur namun akhirnya tidak bangun, juga tidak sedikit orang yang diberi kesempatan oleh Allah tetap bisa bangun namun lalai terhadap-Nya.

Mudah²an kita senantiasa dapat mengingat Allah Swt dan selalu bersyukur atas nikmat-Nya. Amin

Wallahu A’lam

Oleh: Baharudin Ardani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here