rasionalika.darussunnah.sch.id – Hasad atau dengki yaitu mengharapkan lenyapnya suatu kenikmatan dari pemiliknya, baik berupa kenikmatan urusan agama atau dunia. Memang manusiawi, ketika seseorang melihat orang lain lebih baik dari dirinya, kemudian dia dengki. Tetapi seorang muslim harus sadar bahwasanya hal itu (hasad) adalah sifat iblis. Dan wajib kita hindari karena hasad termasuk dari penyakit hati. Imam Abu Dawud dalam kitab Adab, pada bab penjelasan tentang hasad mengatakan :

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ صَالِحٍ الْبَغْدَادِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ يَعْنِي عَبْدَ الْمَلِكِ بْنَ عَمْرٍو حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ أَبِي أَسِيدٍ عَنْ جَدِّهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ *أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ أَوْ قَالَ الْعُشْبَ* (راوه أبو داود)

أبو داود : سليمان بن الأشعث بن شداد بن عمرو بن إسحاق بن بشير الأزدي السجستاني

Artinya :

Dari Abu Hurairah ra. (w. 57H), dia berkaga : Nabi saw bersabda, “Jauhilah hasad (dengki), karena hasad dapat memakan kabaikan seperti api memakan kayu bakar.”

HR. Abu Dawud (202 H – 275 H) 73 tahun.

 

Dalam hadis diatas, menunjukkan bahwasanya orang yang hasad itu kebaikan-kebaikan yang ia peroleh akan habis, karena ia akan mendhalimi, menghibahi orang lain, mencari-cari kesalahan orang lain, dan seterusnya sehingga kebaikannya pun habis.

Seseorang yang tidak gembira apabila saudaranya mendapatkan sesuatu, sedangkan ia sendiri akan merasa gembira kalau mem-perolehnya, maka orang yang demikian ini juga disebut dengki.

Menurut Imam Ghazali kedengkian itu ada tiga macam, yaitu:

1. Menginginkan agar kenikmatan orang lain itu hilang dan ia dapat menggantikannya,

2. Menginginkan agar kenikmatan orang lain itu hilang, se-kalipun ia tidak dapat menggantikannya, baik karena merasa mustahil bahwa dirinya akan dapat menggantikannya atau memang kurang senang memperolehinya atau sebab Iain-Iain. Asalkan orang itu jatuh, maka ia gembira. Dan ini adalah lebih jahat dari kedengkian yang pertama,

3. Tidak ingin kalau kenikmatan orang lain itu hilang, tetapi ia benci kalau orang itu akan melebihi kenikmatan yang dimilikinya sendiri. Inipun dilarang, karena ia jelas tidak ridha dengan apa-apa yang telah dibagikan oleh Allah.

Salah satu cara supaya kita terhindar dari sifat iri dengki yaitu dengan berdoa kepada Allah swt.

Allah swt berfirman :

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ

“Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan dosa-dosa saudara kami yang telah mendahului kami dengan keadaan beriman. Dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami kepada orang-orang yang beriman. Ya Allah, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang. (QS. Al‐Hasyr: 10)

Sesungguhnya hati yang sehat adalah hati yang hampa dari kedengkian, semoga kita senantiasa dijauhkan dari segala penyakit hati yang dapat menjauhkannya dari Allah swt

aamiin allahumma aamiin.

Wallahu A’lam

 

Oleh Ilmi Rosyada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here