rasionalika.darussunnah.sch.id – Lemah lembut adalah sifat terpuji. Kelembutan  seseorang menggambarkan bahwa hatinya penuh kasih sayang, bersih dan penuh cinta. Sebaliknya, orang yang berperilaku keras dan berhati kasar merupakan cermin hati yang buruk, angkuh dan penuh kebencian. Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin mengajarkan pemeluknya untuk senantiasa lemah lembut, berbuat baik kepada sesama makhluk. Bak angin, memiliki sifat kelembutan juga mendatangkan kekuatan yang dahsyat. Ada kincir angin yang menghasilkan tenaga listrik atau kipas angin yang berembus menyejukkan siapa saja. Lalu apa sabda Rasulullah tentang hal ini?. Dalam kitab Riyadh al-Shalihin bab al-hilm wa al-anah wa al-rifq dinukil dari riwayat Imam Muslim pada bab fadhlu al-rifq dalam kitab al-birr wa al-shilah wa al-adab.

حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى التُّجِيبِيُّ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي حَيْوَةُ حَدَّثَنِي ابْنُ الْهَادِ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ حَزْمٍ عَنْ عَمْرَةَ يَعْنِي بِنْتَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “يَا عَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ وَيُعْطِي عَلَى الرِّفْقِ مَا لَا يُعْطِي عَلَى الْعُنْفِ وَمَا لَا يُعْطِي عَلَى مَا سِوَاهُ” (رواه المسلم)

مسلم :أبو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري

 Artinya:

Dari ‘Aisyah (w. 58 H) r.a. istri Nabi ﷺ, bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda, “Hai Aisyah, sesungguhnya Allah itu Mahalembut. Dia mencintai sikap lemah lembut. Allah akan memberikan pada sikap lemah lembut sesuatu yang tidak Dia berikan pada sikap yang keras dan juga akan memberikan apa-apa yang tidak diberikan pada sikap lainnya.”

HR.Muslim (206 H – 261 H) 55 tahun.

Istifadah:

Dalam riwayat lain dikatakan bahwa sabda Rasul tersebut dilatarbelakangi oleh sebuah kejadian di mana suatu ketika Bunda ‘Aisyah menaiki seekor unta, namun ia merasa kesulitan hingga ia menarik-narik unta tersebut kemudian Rasulullah bersabda seperti hadis di atas. Dari hal tadi, kita bisa menarik kesimpulan bahwa Rasulullah sangat menganjurkan bahkan mengharuskan kepada siapapun untuk memiliki sifat lemah lembut dan penyayang. Hal itu menunjukkan bahwa lemah lembut adalah suatu sifat yang mulia dan akan menjadikan mulia bagi siapa saja yang berlaku lemah lembut, atau dalam hadis di atas dikatakan “menjadi penghias baginya”. Lebih dari itu adalah bahwa lemah lembut harus senantiasa ada dalam berdakwah, menasihati, berinteraksi dengan keluarga, tetangga, kerabat bahkan terhadap hewan dan tumbuhan. Allah saja maha lembut, masa hambanya tidak. Semoga kita selalu ditunjukan jalan kebaikan.

Wallahu A’lam

Oleh: Nabilah Tsuroya Basya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here