rasionalika.darussunnah.sch.id – Mengenal sifat dan ciri-ciri orang munafik sangatlah diperlukan, karena  keberadaan orang munafik sangat berbahaya baik bagi pribadi, keluarga, agama, dan masyarakat. Bahkan, keberadaan orang munafik bisa menimbulkan perpecahan lantaran berita bohong atau hoaks yang disebarkannya. Sebagaimana yang disabdakan oleh baginda Nabi Muhammad saw. dalam hadis yang diriwayatkan melalui jalur Abu Hurairah ra. (w. 57 H) mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita, hadis tentang tiga ciri orang orang munafik ini adalah sebagai tanbih (peringatan) bagi kita agar menjauhi dan berhati-hati dengan sifat dan ciri orang orang munafik. Sebagaimana termaktub dalam kitab Shahih Al-Bukhari.

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ سَلَامٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ أَبِي سُهَيْلٍ نَافِعِ بْنِ مَالِكِ بْنِ أَبِي عَامِرٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ 

البخاري :  وهو أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بَردِزبَة الجعفي البخاري.

Artinya:

Dari Abu Hurairah ra. (W.57 H) bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga, yaitu; jika berbicara berdusta, jika berjanji mengingkari dan jika dipercaya berkhianat .” HR. Bukhari (194 H – 256 H) 62 tahun.

Perlu kita ketahui bahwasanya sifat nifak (kemunafikan) itu terbagi menjadi 2 macam: pertama, Nifaq I’tiqadi yaitu kemunafikan dalam keyakinan seperti seseorang yang menampakkan keislamannya dan ia menyembunyikan kekafiran dalam dirinya, tentu bagian nifak ini dapat menjadikan seseorang tersebut keluar dari keimanannya. Dan akan ditempatkan didasar api neraka, sebagaimana yang difirmankan Allah swt. dalam Al-Quran surah At-Taubah, 9: 68.

إِنَّ ٱلْمُنَٰفِقِينَ فِى ٱلدَّرْكِ ٱلْأَسْفَلِ مِنَ ٱلنَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

Artinya: ”Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka”.

Kedua, Nifaq A’maliy (kemunafikan dalam perbuatan) yaitu seseorang tersebut menyerupai sifat orang orang munafik dalam amalnya. Dan bagian nifak ini tidak membatalkan keimanan seseorang, dan tentu nifak  ini termasuk dosa yang besar.

Adapun ciri ciri atau sifat nifak yang disebutkan dalam hadis ini adalah termasuk nifaq amaliy,  tentu tidak sampai kepada tingkat nifaq i’tiqodi yang dapat mengeluarkannya dari keimanan, akan tetapi Rasulullah saw. mengabarkan kepada ummatnya agar menjauhi dan berhati-hati terhadap sifat nifak ini karena sifat nifaq a’maliy itu dapat menunjukan kepada sifat nifaq i’tiqodi. Ketiga sifat nifaq amaliy tersebut adalah apabila ia berbicara berdusta, jika berjanji ia mengingkari dan jika dipercaya ia berkhianat.

Dan sifat orang mukmin adalah kebalikan dari sifat nifak itu yaitu: apabila berkata ia jujur dan apabila berjanji ia menepatinya dan jika ia dipercaya untuk sebuah amanah ia akan menjaganya.

Semoga kita dijauhkan dari sifat-sifat nifak tersebut dalam diri kita dan lingkungan kita, aamiin.

Wallahu A’lam

Oleh Harry Badriyan Syah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here