rasionalika.darussunnah.sch.id – Islam adalah agama rahmat yang penuh kasih sayang, dan hidup rukun dalam bertetangga adalah moral yang sangat ditekankan dalam Islam.  Hak dan kedudukan tetangga bagi seorang muslim sangatlah besar dan mulia, karena demikian penting dan besarnya kedudukan tetangga bagi seorang muslim, Islam pun senantiasa menganjurkan ummatnya untuk berbuat baik terhadap tetangganya. Dalam Shahih al-Bukahri, imam al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadis pada bab hak tetangga dan wasiat untuk selalu berbuat baik kepada tetangga.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مِنْهَالٍ ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ ، حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” مَا زَالَ جِبْرِيلُ يُوصِينِي بِالْجَارِ، حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ “.

-رواه البخاري :  وهو أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بَردِزبَة الجعفي البخاري.

Artinya:

Dari Ibn Umar (w. 73 H) berkata; Rasulullah saw. bersabda, “Jibril senantiasa mewasiatkanku untuk berbuat baik terhadap tetangga sehingga aku mengira tetangga juga akan mendapatkan harta waris.” HR. Bukhari (194 H – 256 H) 62 tahun.

Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan: “Bukan berarti dalam hadits ini Jibril mensyariatkan bagian harta waris untuk tetangga karena Jibril tidak memiliki hak dalam hal ini. Namun maknanya adalah beliau sampai mengira bahwa akan turun wahyu yang mensyariatkan tetangga mendapat bagian waris. Ini menunjukkan betapa ditekankannya wasiat Jibril tersebut kepada Nabi saw.” (Syarh Riyadhis Shalihin 3/177).

Manusia merupakan makhluk sosial, makhluk yang berubah dan bertumbuh, saling membutuhkan dan saling mempengaruhi. Hubungan manusia merupakan perbuatan yang harus dilakukan agar jalinan silaturahmi semakin harmonis. Hal yang utama dalam memperbaiki hubungan kepada sesama manusia, dimulai dengan hubungan kepada tetangga.

Tetangga adalah seluruh orang yang tinggal berdampingan dengan kita, siapapun dia. Tetangga memiliki hak yang wajib untuk ditunaikan sesuai tingkatan mereka dan tidak boleh dilalaikan. Tingkatan mereka itu tergantung pada kedekatan, kekerabatan, agama dan akhlaknya. Maka hendaknya setiap mereka diberikan haknya sesuai dengan kadar tingkatan tersebut. Artinya tetangga mempunyai hak yang besar yang harus selalu dipelihara, cara memeliharanya  yakni dimulai dari hal-hal kecil terlebih dahulu seperti jalan di depannya dengan menampakkan wajah yang manis, berseri-seri dimukanya, mengucapkan salam ketika bertemu, berbicara dengan sopan, dan lain sebagainya. Pada intinya yakni melakukan berbagai macam kebaikan sesuai dengan kemampuan kita serta mencegah bahaya dari mereka.

Wallahu a’lam

Oleh Mutiara Intan Permatasari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here