rasionalika.darussunnah.sch.id – Sebagaimana kita ketahui, bahwa manusia terlahir di dunia ini atas izin Allah swt. Ibu adalah orang yang telah mengandung, melahirkan, menyusui, dan merawat kita. Sementara seorang ayah tidak hanya sebagai pencari nafkah bagi keluarga, tetapi juga melindungi, menjaga, mendidik, serta mengatur keluarganya. Mereka adalah perantara bagi kehadiran seorang anak di muka bumi ini. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban seorang anak untuk berbakti kepada keduanya. Keutamaan berbakti kepada kedua orang tua tidak hanya dijelaskan di dalam Al-Quran saja, akan tetapi juga dijelaskan di dalam hadis Nabi. Bahkan di dalam hadis, berbakti kepada orang tua lebih diutamakan dari pada berjihad di jalan Allah swt.
Terkait hal ini, Imam Al-Bukhari di dalam kitab Shahihnya pada bab adab mengatakan:

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ الْوَلِيدُ بْنُ عَيْزَارٍ أَخْبَرَنِي قَالَ سَمِعْتُ أَبَا عَمْرٍو الشَّيْبَانِيَّ يَقُولُ أَخْبَرَنَا صَاحِبُ هَذِهِ الدَّارِ وَأَوْمَأَ بِيَدِهِ إِلَى دَارِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّه

البخاري : وهو أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبة الجعفي البخاري.

Artinya:
Dari Abdullah bin Mas’ud ra. (w. 32 H) dia berkata; saya bertanya kepada Nabi saw. “Amalan apakah yang paling dicintai Allah? Beliau bersabda, “Salat tepat pada waktunya.” Dia bertanya lagi, “Kemudian apa?” beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Dia bertanya, “Kemudian apa lagi?” beliau menjawab, “Berjuang di jalan Allah.”
HR. Al-Bukhari (194 H- 256 H) 62 tahun.

Birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua) adalah salah satu persoalan yang sangat penting dalam Islam. Berbakti kepada orang tua hukumnya wajib, bahkan di dalam Al-Quran permasalahan tersebut telah diulang sebanyak 16 kali. Selain itu, perintah berbakti kepada orang tua disejajarkan dengan perintah beriman dan beribadah kepada Allah. Perintah tersebut diantaranya terdapat di dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 83, surah An-Nisa ayat 36, surah Al-An’am ayat 151, surah al-isra’ ayat 23, dan surah Luqman ayat 13.

Birrul walidain adalah hak kedua orang tua yang harus dilaksanakan oleh sang anak, sesuai dengan perintah Islam, sepanjang kedua orang tua tidak memerintahkan atau menganjurkan pada anak-anaknya untuk melakukan hal-hal yang dibenci oleh Allah swt. Perintah yang menyimpang dari aturan-Nya, anjuran yang bertentangan dengan syariat-Nya, tak patut dipatuhi sang anak, meski diperintah oleh kedua orang tuanya. Orang tua yang berani menghalalkan yang haram, dan mengharamkan yang halal, itu merupakan suatu hal yang menyimpang dari ajaran Islam dan sang anak diperbolehkan untuk tidak mengikuti perintahnya tersebut.

Berikut ini ada beberapa bukti betapa pentingnya berbakti kepada orang tua, diantaranya:

– Allah menggandengkan antara perintah untuk beribadah kepada-Nya dengan perintah berbuat baik kepada orang tua, seperti yang telah disebutkan di atas.

– Allah telah memerintahkan setiap muslim untuk berbuat baik kepada orang tuanya, meskipun mereka kafir. “Kalau mereka berupaya mengajakmu berbuat kemusyrikan yang jelas-jelas tidak ada pengetahuanmu tentang hal itu, jangan kamu turut, namun perlakukanlah keduanya secara baik di dunia ini”. (QS. Luqman, 31:15).

– Taat kepada orang tua adalah salah satu penyebab masuk surga. Sebagaimana Rasulullah bersabda, “sungguh kasihan, sungguh kasihan, sungguh kasihan.” Salah seorang sahabat bertanya,“siapa yang kasihan, wahai Rasulullah?” beliau menjawab, “orang yang sempat berjumpa dengan orang tuanya, kedua-duanya, atau salah seorang diantara keduanya saat umur mereka sudah menua, namun tidak bisa membuatnya masuk surga”. (HR. Muslim).

– Sangat pentingnya berbakti kepada kedua orang tua, sampai-sampai berbakti kepada orang tua ini termasuk jihad, sebagaimana yang dijelaskan di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh imam Al-Bukhari dan imam Muslim sebagaimana yang artinya:
“Aku mendengar Abdullah bin ‘Amru ra. berkata, “Datang seorang laki-laki kepada Nabi saw. lalu meminta izin untuk ikut berjihad. Maka beliau bertanya, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Laki-laki itu menjawab, “Iya”. Maka Beliau berkata,”Kepada keduanyalah kamu berjihad (berbakti).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Merupakan perjuangan yang sangat besar, ketika seorang anak mampu melaksanakan perintah untuk berbakti kepada orang tuanya atau menjauhi larangan–larangannya yang dapat menimbulkan kedurhakaan kepadanya. Sebagaimana telah kita ketahui bersama, bahwa manusia sulit memiliki sifat sabar yang benar-benar sabar, tahan uji, dan tabah. Jihadnya anak kepada kedua orang tua adalah ketika seseorang mampu bersifat sabar, berbuat baik, hormat, tawaduk, menahan amarah, bertutur kata yang baik, merawat, dan melayani dengan sopan kepadanya. Itu berarti dia telah berjuang melawan hawa nafsunya dan mewujudkan sikap yang baik sebagai wujud baktinya kepada kedua orang tuanya. Inilah yang dimaksud jihad pada hadis tersebut.

Setelah kita ketahui bersama betapa pentingnya berbakti kepada kedua orang tua. Yuk, renungi hadis-hadis nabi di atas dan berbaktilah kepada orang tua secara maksimal. Agar Allah selalu menjadikan kita anak-anak yang selalu berbakti kepada orang tua dan semoga kelak kita akan dikumpulkan bersama-sama dengan kedua orang tua kita di surganya Allah swt. Aamiin allahumma aamiin.

Wallahu A’lam

Oleh Mutiara Intan Permatasari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here