rasionalika.darussunnah.sch.id – Meminjam pendapat Aristoteles yaitu Zoon Politicon, yang menyatakan bahwa manusia merupakan makhluk sosial. Dalam pendapatnya ini Aristoteles menyatakan bahwa manusia dikodratkan untuk hidup bermasyarakat dan berinteraksi satu sama lain, hal inilah yang membedakan antara manusia dengan hewan.

Kemudian seperti yang kita ketahui bahwa salah satu alasan diutusnya Nabi Muhammad saw. adalah sebagai penyempurna akhlak sebagaimana Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya yang berbunyi “إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ”

Hal ini tentu saja untuk memperbaiki akhlak kita dengan siapapun, seperti akhlak kita dengan guru, murid, teman sebaya, bahkan dengan orang yang membantu kita. Mengenai contoh yang terakhir ini, banyak sekali dari masyarakat kita yang tidak memperlakukannya dengan baik. Seperti dibiarkan mengasuh anak sedangkan sang majikan enak-enakan makan di dalam restoran.

Padahal Nabi Muhammad saw. telah mengingatkan kita akan hal ini dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Shahih al-Bukhari yang berbunyi:

حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُحَمَّدٍ هُوَ ابْنُ زِيَادٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أَتَى أَحَدَكُمْ خَادِمُهُ بِطَعَامِهِ فَإِنْ لَمْ يُجْلِسْهُ مَعَهُ فَلْيُنَاوِلْهُ أُكْلَةً أَوْ أُكْلَتَيْنِ أَوْ لُقْمَةً أَوْ لُقْمَتَيْنِ فَإِنَّهُ وَلِيَ حَرَّهُ وَعِلَاجَهُ

– البخاري :  وهو أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بَردِزبَة الجعفي البخاري.

Artinya:

Dari Abu Hurairah ra (w. 59 H) dari Nabi saw. beliau bersabda; “Jika budak salah seorang dari kalian datang kepadanya dengan membawa makanan, jika ia tidak mengajaknya duduk bersama, hendaklah ia mengambilkan untuknya satu atau dua asupan, atau satu atau dua suapan. Sebab ia telah merasakan rasa lelah dan capeknya”.

HR. Al-Bukhari (194 H – 256 H) 62 tahun.

Dalam redaksi hadis ini jelas disebutkan salah satu akhlak berhubungan dengan orang yang membantu kita, salah satunya adalah mengajaknya makan bersama. Hal ini merupakan perhatian Nabi Muhammad saw. atas kebagusan akhlak kita kepada siapapun baik itu orang yang berderajat di atas kita maupun yang di bawah kita. Tentu hal ini merupakan satu contoh kecil diantara adab-adab kita berhubungan dengan orang yang membantu kita.

Dari contoh kecil yang disebutkan di atas, ini menunjukan kita juga harus menghormati orang yang membantu kita dengan perkara-perkara yang lebih penting seperti memperhatikan hak upah dan gajinya, tidak memukulnya, tidak mencibirnya, dan lain sebagainya dari akhlak yang kurang baik.

Patutlah bagi kita sebagai umat Nabi Muhammad saw. dalam berusaha untuk mencontoh segala kebaikan yang berasal dari beliau. Semoga kita diberikan kekuatan oleh Allah swt. dalam mengikuti sunah-sunah Nabi-Nya.

Aamiin yaa rabbal ‘aalamiin.

Wallahu A’lam

Oleh Muhammad Faidhur Rahman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here