rasionalika.darussunnah.sch.id – Dewasa ini, sarana saling menggunjing orang itu sangat mudah sekali, seperti melalui komentar media sosial, youtube dan lainnya. Tetapi hal itu dilarang dalam Islam, karena menggunjing atau mencela adalah salah satu dosa besar yang hampir tidak dicermati dan tidak disadari, dan hukumannya bukan sekedar disiksa tapi juga dihabiskan pahalanya. Imam al-Bukhari dalam Shahihnya pada kitab Jenazah, bab larangan mencela orang yang telah meninggal dunia, mengatakan:

حَدَّثَنَا آدَمُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَسُبُّوا الْأَمْوَاتَ فَإِنَّهُمْ قَدْ أَفْضَوْا إِلَى مَا قَدَّمُوا وَرَوَاهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْقُدُّوسِ عَنْ الْأَعْمَشِ وَمُحَمَّدُ بْنُ أَنَسٍ عَنْ الْأَعْمَشِ تَابَعَهُ عَلِيُّ بْنُ الْجَعْدِ وَابْنُ عَرْعَرَةَ وَابْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ شُعْبَةَ                         – البخاري :  وهو أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بَردِزبَة الجعفي البخاري.

Artinya:

Dari Aisyah ra. (w. 58 H), dia berkata: Nabi saw. bersabda, “Janganlah kalian mencela orang yang sudah meninggal, karena sesungguhnya mereka telah sampai (mendapatkan) pada apa yang telah mereka kerjakan”.

HR. Al-Bukhari (194 H – 256 H : 62 tahun).

Dalam hidup bermasyarakat, salah satu adab kepada orang yang telah meninggal dunia, adalah tidak membicarakan keburukannya, karena kata أفضوا disini, artinya mereka telah mempertanggungjawabkan apa yang telah mereka lakukan baik berupa kebaikan maupun keburukan.

Kalimat ini dijadikan dalil larangan mencaci orang-orang yang sudah meninggal secara mutlak, kecuali apabila terdapat maslahat syar’i didalamnya, seperti bolehnya mencela keburukan orang-orang kafir semasa hidupnya, dalam rangka memberi peringatan bagi orang lain, serta menjauhkan mereka dari hal serupa.

Membicarakan keburukan orang yang sudah meninggal juga termasuk gibah.

Dari Abu Hurairah ra. (w. 59 H), ia berkata: Rasulullah saw. bertanya, “Tahukah kamu, apa itu gibah?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Kemudian Rasulullah saw. bersabda, “Gibah adalah kamu membicarakan saudaramu mengenai sesuatu yang tidak ia sukai.”

Betapa indahnya Islam, nabi ajarkan kepada kita bukan hanya berbuat baik kepada yang masih bernyawa saja, bahkan kepada orang yang telah tiada pun demikian.

Maka dari itu, sudah sepatutnya bagi kita untuk saling menghormati dan menghargai mereka yang sudah mendahului kita, senantiasa mendoakannya, menyebut-nyebut kebaikannya, dan tidak membicarakan keburukannya.

Wallahu A’lam

Oleh Ilmi Rosyada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here