rasionalika.darussunnah.sch.id – Alhamdulillah kita semua diberikan kepercayaan oleh Allah swt. berupa nikmat usia panjang hingga bisa beribadah di bulan Ramadan 1442 Hijriyah ini. Sebagaimana kita ketahui bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh keberkahan dan memiliki keistimewaan didalamnya setiap ibadah yang dilakukan didalamnya akan dilipatgandakan oleh Allah swt. terutama ibadah-ibadah sunah-Nya. Di antara ibadah sunah yang dilakukan di bulan Ramadan adalah ibadah salat tarawih dan sahur.

Dua ibadah sunah ini berdekatan dengan pelaksanaan ibadah wajib yakni salat Isya dan salat Subuh. Kedua shalat wajib ini sudah memiliki keutamaan yang utama tersendiri, sebelum dibarengkan dengan keutamaan ibadah sunah lain yang lainnya.

Keutamaan salat Isya dan salat Subuh ini semakin terasa ketika dilaksanakan secara berjemaah, dan pahalanya sangatlah besar. Salah satu dalil yang menyatakan adanya keutamaan salat Isya dan salat Shubuh secara berjemaah adalah hadis yang diriwayatkan oleh Sayidina Utsman bin Affan ra. (w. 35 H):

حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا الْمُغِيرَةُ بْنُ سَلَمَةَ الْمَخْزُومِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ وَهُوَ ابْنُ زِيَادٍ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ حَكِيمٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي عَمْرَةَ قَالَ دَخَلَ عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ الْمَسْجِدَ بَعْدَ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ فَقَعَدَ وَحْدَهُ فَقَعَدْتُ إِلَيْهِ فَقَالَ يَا ابْنَ أَخِي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ. 
. مسلم :أبو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري.

Artinya:
Dari Abdurrahman bin Abu ‘Amrah beliau berkata: Usman bin Affan ra. (w. 35 H) memasuki masjid setelah salat Magrib, ia lalu duduk seorang diri, maka aku pun duduk menyertainya. Beliau berkata, “Wahai keponakanku, aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa shalat Isya berjamaah, seolah-olah ia shalat malam selama separuh malam, dan barangsiapa shalat Subuh berjamaah, seolah-olah ia telah shalat seluruh malamnya.”
H.R Muslim (204 H – 261 H : 57 tahun).

Kiranya hadis ini menjadi penguat atau pendorong kita untuk senantiasa melaksanakan shalat Subuh dan shalat Isya secara berjemaah, apalagi di bulan Ramadan ini, di mana salat Isya berbarengan dengan ibadah salat Tarawih, dan ibadah shalat Subuh dekat dengan kesunahan mengakhirkan sahur.

Apalagi dengan adanya janji Allah bahwasanya di bulan Ramadan pahala ibadah akan senantiasa berlipat-lipat. Maka Mengapa kita masih bermalas-malasan untuk melaksanakan salat Isya dan salat Subuh berjamaah yang diiringi dengan ibadah-ibadah sunah yang lainnya.

Kalaulah kita belum bisa menyamai para ulama ataupun orang-orang saleh untuk senantiasa salat sepanjang malam, kiranya agar mendapatkan keutamaan yang sama maka kita harus istiqomah dalam melaksanakan salat Isya dan salat Subuh berjemaah karena atas janji Rasulullah saw. pahalanya menyamai mereka yang yang salat sepanjang malam.

Wallahu ‘A’lam

Oleh Muhammad Ikbal Akmaluddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here