rasionalika.darussunnah.sch.id – Manusia sebagai makhluk sosial dalam interaksinya dengan orang lain, membutuhkan komunikasi. Komunikasi yang baik akan terjalin bila mereka saling berkata yang baik nan mengandung maslahat. Saling diam antar sesama, selain tak enak dipandang dan dirasa, hal itu pun dilarang dalam agama. Imam al-Bukhari dalam kitab “Perilaku budi pekerti yang terpuji” pada bab “Masa-masa Jahiliyyah”, meriwayatkan hadis:

حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ، حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ بَيَانٍ أَبِي بِشْرٍ، عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ، قَالَ: دَخَلَ أَبُو بَكْرٍ عَلَى امْرَأَةٍ مِنْ أَحْمَسَ يُقَالُ لَهَا زَيْنَبُ، فَرَآهَا لاَ تَكَلَّمُ، فَقَالَ: «مَا لَهَا لاَ تَكَلَّمُ؟» قَالُوا: حَجَّتْ مُصْمِتَةً، قَالَ لَهَا: «تَكَلَّمِي، فَإِنَّ هَذَا لاَ يَحِلُّ، هَذَا مِنْ عَمَلِ الجَاهِلِيَّةِ»، فَتَكَلَّمَتْ، فَقَالَتْ: مَنْ أَنْتَ؟ قَالَ: «امْرُؤٌ مِنَ المُهَاجِرِينَ»، قَالَتْ: أَيُّ المُهَاجِرِينَ؟ قَالَ: «مِنْ قُرَيْشٍ»، قَالَتْ: مِنْ أَيِّ قُرَيْشٍ أَنْتَ؟ قَالَ: «إِنَّكِ لَسَئُولٌ، أَنَا أَبُو بَكْرٍ»، قَالَتْ: مَا بَقَاؤُنَا عَلَى هَذَا الأَمْرِ الصَّالِحِ الَّذِي جَاءَ اللَّهُ بِهِ بَعْدَ الجَاهِلِيَّةِ؟ قَالَ: «بَقَاؤُكُمْ عَلَيْهِ مَا اسْتَقَامَتْ بِكُمْ أَئِمَّتُكُمْ»، قَالَتْ: وَمَا الأَئِمَّةُ؟ قَالَ: «أَمَا كَانَ لِقَوْمِكِ رُءُوسٌ وَأَشْرَافٌ، يَأْمُرُونَهُمْ فَيُطِيعُونَهُمْ؟» قَالَتْ: بَلَى، قَالَ: «فَهُمْ أُولَئِكِ عَلَى النَّاسِ»

البخاري :  وهو أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بَردِزبَة الجعفي البخاري.

Artinya :

Dari Qais bin Abu Hazim (97 H) berkata; Abu Bakar menemui seorang wanita suku Ahmas (Quraisy) yang bernama Zainab, lalu dia melihat bahwa wanita itu tidak mau berbicara. Abu Bakar bertanya, “Kenapa dia tidak mau berbicara?”. Orang-orang menjawab, “Dia (bernadzar untuk) berhaji dengan tidak berbicara”. Maka Abu Bakar berkata kepada wanita itu, “Berbicaralah, karena perbuatanmu ini tidak halal. Ini termasuk perbuatan jahiliyyah”. Lalu wanita itu berbicara dan bertanya, “Kamu siapa?” Abu Bakar menjawab, “Hanya seorang laki-laki dari kaum Muhajirin”. Wanita itu bertanya lagi, “Muhajirin yang mana?”. Abu Bakar menjelaskan, “Dari suku Quraisy”. Wanita tu kembali bertanya, “Quraisy yang mana kamu?”. Abu Bakar menegaskan, “Kamu ini banyak bertanya. Aku ini Abu Bakar”. Wanita itu berkata, “Apa yang membuat kami eksis di atas kebaikan dari apa yang Allah datangkan setelah zaman jahiliyyah ini?”. Abu Bakar menjawab, “Yang membuat kalian tetap di atas kebaikan adalah selama pemimpin-pemimpin kalian istiqamah”. Wanita itu bertanya, “Siapakah para pemimpin?”. Abu Bakar menjawab, “Bukankah kaummu memiliki para pembesar dan tokoh yang memerintahkan mereka lalu mereka menaati pemimpin mereka?”. Wanita itu menjawab, “Ya benar”. Abu Bakar berkata, “Mereka itulah para pemimpin masyarakat”. HR. al-Bukhari (194 H – 256 H) 62 tahun.

Secara zahir hadis ini seperti bertentangan dengan hadis lain yang menyatakan bahwa “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata baik atau diam”. Badruddin al-‘Aini dalam kitab syarahnya atas Shahih al-Bukhari menjelaskan bahwa diam yang dibolehkan dan dianjurkan ialah meninggalkan perkataan yang batil, dan diam yang dilarang ialah meninggalkan bicara dari kebenaran bagi orang yang mampu mengungkapkannya. Maka kedua hadis ini tidaklah bertentangan.

Ibn Qudamah berpendapat bahwa diam atau menahan bicara tanpa alasan bukan merupakan syariat Islam. Dan secara zahir, hadis ini pun melarang perbuatan demikian.

Yang dianjurkan dalam Islam ialah bicara yang baik. Diam tanpa alasan ini adalah salah satu cara beribadah orang Jahiliyah, dan kita sebagai umat muslim telah diperintahkan untuk menyelisihi kaum jahiliyah. Dengan ini, maka orang yang bersumpah untuk tak berbicara, disunahkan untuk berbicara dan ia tak perlu membayar kafarat, demikianlah menurut Imam Syafi’i. Dan seperti yang tercantum dalam hadis, Abu Bakar ra. tak memerintahkan Zainab untuk membayar kafarat setelah ia membatalkan sumpahnya, karena sumpahnya itu bukanlah suatu hal yang baik.

Wallahu a’lam 

Oleh Dini Sa’diyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here