rasionalika.darussunnah.sch.id – Arus globalisasi acapkali membawa manusia pada kecemburuan sosial. Apa yang kodratnya menjadi bagian dari laki-laki, rasanya ingin pula dimiliki oleh perempuan tanpa terkecuali. Dan begitupula sebaliknya. Imam Tirmidzi dalam jami’nya pada bab wanita yang menyerupai lelaki mengatakan:

حدثنا الحسن بن علي الخلال حدثنا عبد الرزاق أخبرنا معمر عن يحيى بن أبي كثير وأيوب عن عكرمة عن ابن عباس قال

لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم المخنثين من الرجال والمترجلات من النساء

قال هذا حديث حسن صحيح وفي الباب عن عائشة (راوه الترمذي)

– الترمذي : أبو عيسى محمد بن عيسى بن سورة بن موسى بن الضحاك السلمي الترمذي.

Artinya :

Dari Ibnu Abbas ra. (w. 68 H) ia berkata:

” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki. ”

Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih, dan dalam bab ini, ada juga  hadits dari ‘Aisyah.

HR. Tirmidzi (209 H – 279 H : 70 tahun).

Imam Al Mubarokfuri dalam kitabnya Tuhfatul Ahwadzi menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan tasyabbuh pada hadis tersebut ialah laki-laki yang menyerupai perempuan (maupun sebaliknya) baik dalam berpakaian, suara, cara berbicara, maupun seluruh gerakannya.

Menitikberatkan salah satu poin yang menjadi bagian dari tasyabbuh, tentu menyerupai fashion diri sendiri dengan fashion orang lain adalah perkara yang menyelisihi dari kodrat kemanusiaan dan juga melanggar syariat agama.

Maka, selaku muslim yang menyadari keimanan kepada Nabi Muhammad ﷺ, tentu kita haruslah bangga akan setiap yang beliau ajarkan.

Dalam kasus ini, larangan nabi untuk menyerupai fashion lawan jenis berimplikasi pada anjuran untuk berbangga diri memakai pakaian yang sesuai dengan jenisnya.

Apa yang ditetapkan oleh Allah ta’ala sebagai kodrat hidup seorang hamba, tak perlu diselisingi dengan rasa pesimis menatap lingkungan sekitar. Manusia memang banyak memberi comment sana-sini, terutama soal fashion, namun tak perlulah kita mengubah apa yang sudah tetap pada diri kita.

Semoga kita menjadi orang yang bersyukur atas segala nikmat yang diberikan sang khaliq tanpa pernah menghitung untung ruginya. Aamiin yaa rabbal alamin .

Wallahu A’lam

Oleh Dzaki Kusumaningsatriyo M

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here