rasionalika.darussunnah.sch.id – Apabila kita telah menyelesaikan urusan (dalam berpergian), maka hendaklah kita bersegera mungkin pulang ke rumah. Bagi orang yang bersekolah atau kuliah, selesainya urusan ditandai dengan berakhirnya jam belajar. Bagi pegawai, ditandai dengan selesainya jam kerja. Begitu juga untuk urusan-urusan yang lainnya. Jika urusan telah terselesaikan, maka hendaklah segera pulang.

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ سُمَيٍّ مَوْلَى أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنْ الْعَذَابِ يَمْنَعُ أَحَدَكُمْ نَوْمَهُ وَطَعَامَهُ وَشَرَابَهُ فَإِذَا قَضَى أَحَدُكُمْ نَهْمَتَهُ فَلْيُعَجِّلْ إِلَى أَهْلِهِ (راوه بخاري

– البخاري :  وهو أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بَردِزبَة الجعفي البخاري.

Artinya :

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu (w.57 H) Rasulullah ﷺ bersabda, “Safar (bepergian) itu bagian (setengah) dari azab (siksa) karena jika seorang dari kalian bepergian terkurangi tidur, makan dan minumnya. Apabila salah seorang dari kalian telah menyelesaikan urusannya (saat bepergian) hendaklah dia segera kembali kepada keluarganya”.

HR. Al-Bukhari (194 H – 256 H : 62 tahun).

Perjalanan yang kita lakukan tentu memiliki tujuan. Bisa saja untuk berdagang, untuk menjalin silaturahmi, atau tujuan lainnya. Apapun tujuannya, jika tujuan tersebut sudah terselesaikan, maka kita dianjurkan untuk segera pulang.

Menurut Rasulullah dalam hadis diatas dijelaskan, safar atau bepergian merupakan sebagian dari azab karena orang yang bepergian menjadi sulit memenuhi kebutuhannya akan makan, minum, dan tidur. Untuk itulah kenapa Rasulullah menganjurkan umatnya untuk segera pulang setelah urusannya di tempat tujuan sudah selesai. Dengan begitu, kita bisa kembali memenuhi kebutuhan kita dengan baik.

Wallahu A’lam

Oleh Sri Satyaningtyas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here