rasionalika.darussunnah.sch.id – Etika adalah hal krusial yang tidak boleh tertinggal, terlebih bagi manusia sebagai makhluk sosial yang berinteraksi dengan khalayak massal. Sebagaimana kita ketahui bahwa seluruh perbuatan ada etikanya atau adabnya. Secara garis besar, manusia menilai baik atau tidaknya seseorang dari etika atau perangainya. Dimana bersih kotornya hati juga berkaitan erat dengan bagaimana seseorang beretika. Untuk itu, dalam berinteraksi harus berlandaskan etika yang baik. Dan dari sana, jelas sekali urgensi etika dalam kehidupan sehari-hari. Lalu, apa kata Rasulullah sang suri tauladan seluruh manusia tentang etika. Dalam kitab Riyadh as-Shalihin bab husnul khulqi dinukil dari riwayat Imam Muslim pada bab Tafsir al-Bir wal Itsmi kitab al-Birru wa as-Shillatu wa al-Adabu.

عن النَّوَّاسِ بْنِ سِمْعَانَ الْأَنْصَارِيِّ قَالَ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْبِرِّ وَالْإِثْمِ فَقَالَ الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ وَالْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي صَدْرِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ (رواه مسلم)

-مسلم :أبو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري.

Dari An Nawwas bin Sim’an Al Anshari dia berkata, ” Aku pernah bertanya kepada Rasulullah saw. tentang arti kebajikan dan dosa. Sabda beliau, “Kebajikan itu ialah budi pekerti yang baik. Sedangkan dosa ialah perbuatan atau tindakan yang menyesakkan dada, dan engkau sendiri benci jika perbuatanmu itu diketahui orang lain.”

HR. Muslim (204 H – 261 H) 57 tahun

Imam Nawawi dalam syarh Muslim mengatakan bahwa “al-Birru” di sini yaitu kebaikan hati, keramahan, kelembutan, pergaulan yang baik, sesuatu yang membuat hati tenang. Sedangkan “husnu al-Khulq” adalah sedikit marah, wajah yang menyenangkan, dan perkataan yang baik. Semua yang telah disebutkan adalah saling berkaitan dan bersatu dalam pemaknaan etika yang baik.

Dari hadis di atas dapat kita pahami bahwa dengan beretika baik maka akan terlahir banyak kebaikan. Dan sesuatu yang mengandung dosa akan menjadikan hati tidak tenang bahkan akan menjadi sebundel aib. Tanpa kita sadari, perlakuan orang lain adalah cerminan dari perlakuan kita terhadapnya. Tentu saja ketika kita beretika baik kepadanya maka ia pun akan membalas dengan etika yang baik, begitupun sebaliknya.

Untuk itu, mulailah dari diri sendiri untuk selalu  beretika baik di segala keadaan dan kepada siapapun.

Wallahu a’lam

Oleh: Nabilah Tsuroya Basya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here