rasionalika.darussunnah.sch.id – Mendengarkan adalah suatu kemampuan manusia yang diberikan oleh Allah SWT. agar kita bisa memahami dan mengetahui hal-hal yang ada dan apa saja yang akan kita lakukan, sehingga dengan mendengarkan kita bisa memahami sesuatu sebelum bertindak. Dalam kitab Riyadhus Salihin dinuqil dari riwayat Imam At-Tirmidzi pada bab dorongan menyampaikan apa yang didengar (kitab Ilmu) mengatakan :

عن ابن مسعود رضى الله عنه، قال : سمعتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا شَيْئًا فَبَلَّغَهُ كَمَا سَمِعَهُ فَرُبَّ مُبَلِّغٍ أَوْعَى مِنْ سَامِعٍ (رواه الترمذى) وقال : حديث حسن صحيح.

– الترمذى : أبو عيسى محمد بن عيسى بن سورة بن موسى بن الضحاك السلمي الترمذي.

Artinya :

Dari Sayyidina Ibnu Mas’ud R.A. beliau berkata : Aku mendengar Nabi ﷺ bersabda, “Allah akan memperindah seseorang yang mendengar sesuatu dariku kemudian dia sampaikan sebagaimana dia mendengarnya, maka bisa jadi orang yang menyampaikan lebih faqih dari yang mendengar”. HR. At Tirmidzi (209 H – 279 H) 70 Tahun

Mendapatkan sebuah ilmu merupakan amanah yang Allah SWT. berikan kepada manusia, maka dari itu bagi setiap orang yang mendapatkan ilmu dianjurkan untuk menyebarkannya dengan baik dan benar.

Dan ketika kita ingin menyampaikan ilmu yang kita dapat hendaknya kita memahaminya terlebih dahulu, sehingga jangan sampai orang yang kita beri salah paham terhadap ilmu tersebut. Namun bisa jadi pula, kita yang mendengar secara langsung dari guru kita tidak memahami dengan jelas tetapi yang memahaminya dengan jelas ialah orang yang kita beri. Nah, ini merupakan anugerah yang Allah SWT. berikan kepada setiap manusia, agar selalu mengambil hikmah dari siapapun, meskipun orang itu lebih rendah derajatnya dari kita.

Wallahu a’lam

Oleh: Ghina Farhanah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here