rasionalika.darussunnah.sch.id – Diri ini nampaknya telah diisi oleh ribuan nasi dengan segelintir makanan yang turut menyertainya. Namun siapa sangka, tubuh ini serasa tak gembira setelah memakan makanan. Lantas, siapa biang kerok atas semua ini? Imam Muslim dalam shahihnya pada bab adab makan dan minum mengatakan:

حدثنا قتيبة بن سعيد حدثنا ليث ح و حدثنا محمد بن رمح أخبرنا الليث عن أبي الزبير عن جابر

عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال لا تأكلوا بالشمال فإن الشيطان يأكل بالشمال (رواه مسلم)

– . مسلم :أبو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري.

Artinya :

Dari Jabir dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda: “Janganlah kalian makan dengan tangan kiri, karena setan makan dengan tangan kiri.”

HR. Muslim (204 H – 261 H : 57 tahun).

Dan benarlah sudah. Ada yang patut disalahkan atas alpanya rasa nikmat dari memakan makanan ini. Ya, tidak lain dan tidak bukan adalah diri kita sendiri yang lalai menjaga adab dalam makan dan minum.

Padahal Imam Nawawi saja dalam kitabnya Syarh Nawawi Li Muslim menjelaskan, bahwa seharusnya menjaga adab makan dan minum pun tak sekedar saat kerongkongan tergerak menelan segala ‘tamu’ yang masuk ke mulut, tapi juga berkaitan dengan mengambil dan memberi makanan dan minuman tersebut.

Artinya, banyak kesempatan bagi diri kita untuk melemahkan iman dari sekedar memakan dan meminum saja.

Makan dan minum dengan tangan kiri memang mengindikasikan amalan setan, namun seharusnya kita juga sadar bahwa ada nikmat iman dan amal saleh yang siap dirasakan tubuh bila kita meninggalkan amalan setan tersebut. Ya, makan dan minum dengan tangan kanan menjadi sarana peningkatan iman sekaligus ajang peningkatan barokah makanan dan minuman yang siap menghantarkan tubuh menjadi sehat dan bugar.

Wallahu A’lam

Oleh Dzaki Kusumaningsatriyo M

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here