rasionalika.darussunnah.sch.id – Wahai saudaraku, sesungguhnya seorang muslim yang sejati adalah dia yang tidak akan menyakiti saudara sesama muslim, baik secara lisan maupun perbuatan. Imam al-Bukhari dalam kitab “Adab” pada bab “Larangan Mencela dan Melaknat,” mengatakan :

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مَنْصُورٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا وَائِلٍ يُحَدِّثُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوقٌ وَقِتَالُهُ كُفْرٌ تَابَعَهُ غُنْدَرٌ عَنْ شُعْبَةَ (راوه بخاري)

– البخاري :  وهو أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بَردِزبَة الجعفي البخاري.

Artinya

Dari Abdullah ibn Mas’ud r.a. (w. 32 H), dia berkata: Rasulullah saw. bersabda, “Mencela orang muslim adalah kefasikan dan memeranginya adalah kekufuran.”

HR. Al-Bukhari (194 H – 256 H : 62 tahun).

Secara lahir, kata sibab bisa bermakna tafaa’ul (terjadi dari dua belah pihak) dan bisa juga bermakna sabb yang artinya celaan, yaitu menisbahkan seseorang kepada aib (cacat dan cela).

Seseorang yang memulai melakukan celaan terhadap orang lain, khususnya kaum muslimin, maka dia yang menanggung dosanya selama pihak kedua tidak melampaui batas.

Allah swt. berfirman dalam surah Al-Ahzab ayat 58 :

وَ الَّذِیۡنَ یُؤۡذُوۡنَ الۡمُؤۡمِنِیۡنَ وَ الۡمُؤۡمِنٰتِ بِغَیۡرِ مَا اکۡتَسَبُوۡا فَقَدِ احۡتَمَلُوۡا بُہۡتَانًا وَّ اِثۡمًا مُّبِیۡنًا

Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, tanpa ada kesalahan yang mereka perbuat, maka sungguh, mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.”

Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah r.a., dia berkata :

المُستبَّانِ شيطانانِ يتهاتَرانِ ويتكاذَبانِ

“Bahwasanya, dua orang yang saling mencaci-maki adalah setan, keduanya saling melecehkan dan saling mendustakan.

Maka dari itu, sebagai umat muslim tidak boleh mencela sesama muslim lainnya dalam bentuk apapun, karena hal itu dilarang menurut syariat. Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang dijauhkan dari rahmat Allah swt.

aamiin allahumma aamiin.

Wallahu A’lam

Oleh Ilmi Rosyada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here