rasionalika.darussunnah.sch.id- Salah satu kesunahan yang Nabi saw. ajarkan kepada kita ialah makan secara berjamaah. Kendati demikian, faktanya sebagian orang tidak menyukai makan bersama-sama dengan alasan yang berbeda. Tetapi, Nabi saw. telah menjamin bahwa makanan porsi bertiga pun cukup untuk porsi berempat. Nabi saw. bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامُ الِاثْنَيْنِ كَافِي الثَّلَاثَةِ وَطَعَامُ الثَّلَاثَةِ كَافِي الْأَرْبَعَةِ . رواه البخاري.

البخاري : هو أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن المغيرة بن بردزبة الجعفري البخاري

Artinya:

Dari Abu Hurairah ra. (w. 59 H) ia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, “Makanan untuk dua orang cukup untuk tiga orang, dan makanan untuk tiga orang cukup untuk empat orang.” HR. Al-Bukhari (194 H – 256 H) 62 Tahun.

Istifadah

Seringkali kita mendapatkan orang yang tidak suka makan secara bersama-sama, mungkin khawatir tidak kenyang, jorok atau hal lainnya. Hadis ini menunjukkan bahwa disunahkan makan secara berjamaah. Hadis ini mencerminkan sifat qanaah dan tidak membedakan satu teman dan yang lainnya.

Hal ini pun menunjukkan bahwa ketika makanan porsi untuk tiga orang cukup dimakan untuk empat orang, maka orang tersebut akan merasakan kenyang walaupun tidak sesuai porsi normalnya. Faktanya, ketika makan bersama-sama tak hanya kenyang saja yang kita rasakan, namun kebersamaan dan persaudaraan bisa membuat lebih rekat. Inilah yang dinamakan keberkahan yang Allah swt. berikan dalam makan berjamaah.

Dalam riwayat Abu Daud ada sebuah kisah. Para sahabat Nabi saw. berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami makan dan tidak merasa kenyang?” Beliau bersabda, “Kemungkinan kalian makan sendiri-sendiri.” Mereka menjawab, “Ya.” Beliau bersabda, “Hendaklah kalian makan secara bersama-sama, dan sebutlah nama Allah, maka kalian akan diberi berkah padanya.” Abu Daud berkata, “Apabila engkau berada pada sebuah pesta kemudian dihidangkan makan malam, maka janganlah engkau memakannya hingga pemilik rumah mengizinkanmu.”

Kisah ini telah menggambarkan bahwa bagaimana cinta Nabi saw. terhadap kebersamaan. Walaupun makan hanyalah hal yang sudah tak perlu diajarkan, namun Nabi saw. menuntun umatnya untuk mendapat keberkahan, tak lupa dengan tuntutan yang sudah Nabi saw. ajarkan untuk mencuci tangan dan membaca doa sebelum makan.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebutkan nama Allah Ta’ala (Bismillah). Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: Bismillahi awwalahu wa akhirahu.

Banyak sekali jalan untuk mendapatkan keberkahan dari Allah swt., dengan sangat mudah melalui jalan makan bersama -Insya Allah- kita mendapatkan keberkahan dari Allah swt.

Wallahu a’lam

Oleh Rofiatul Uzma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here