Rasionalika– Orang yang beriman mempunyai kepercayaan yang sanagat tinggi terhadap tuhannya, keyakinan dan ketaatan sudah menjadi karakter dalam hidupnya, tidak berani untuk bermaksiat karena dia selalu beranggapan tuhannya selalu mengawasinya, imam al-Bukhari dalam Sahih-nya pada Bab Larangan Meminum Khamar mengatakan:

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَزْنِي الزَّانِي حِينَ يَزْنِي وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَشْرَبُ الْخَمْرَ حِينَ يَشْرَبُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَسْرِقُ السَّارِقُ حِينَ يَسْرِقُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَنْتَهِبُ نُهْبَةً رواه البخاري

البخاري :  وهو أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بَردِزبَة الجعفي البخاري.

Artinya:

Dari Abu Hurairah (w.57 H), bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah berzina orang yang berzina ketika ia berzina dalam keadaan beriman, dan tidaklah mencuri orang yang mencuri ketika ia mencuri dalam keadaan beriman, tidaklah ia meminum khamr ketika meminumnya ia dalam keadaan beriman, dan tidaklah ia merampas suatu rampasan yang berharga dan menjadi daya tarik manusia dalam keadaan beriman.”

al-Bukhari (194 H – 256 H) 62 tahun.

Ketika kita memperhatikan hadis diatas, maka secara konteks hadis tersebut mempunyai arti ‘seseorang tidaklah mukmin dalam keadaan minum khamr dst..’ . Tidak mukmin berarti kafir atau murtad (keluar dari agama Islam). Dalam hadis ini terdapat perbedaan pendapat kalangan Ulama, namun menurut jumhur ulama orang mukmin yang berzina, meminum khamr, mencuri, dia tidak sampai dikatakan sebagai orang yang kafir. Akan tetapi iman mereka sedang berkurang. Walaupun berzina merupakan salah satu dosa besar, namun pelakunya tidak dianggap. Artinya orang berbuat dosa tidak dalam keadaan mempunyai keimanan

Itulah manusia, wajar saja iman mereka bertambah atau berkurang. Alangkah baiknya kita selalu berbuat baik dan selalu berintrospeksi diri kita masing-masing. Apakah iman yang ada di hati kita semakin bertambahnya hari akan bertambah? atau sebaliknya malah berkurang?

Sesungguhnya Allah maha pengampun bagi hambanya, bertaubatlah dengan sebenar-benarnya taubat. Sehingga kita nanti bisa mencapai surga-Nya kelak. Amin.

Wallahu A’lam

Oleh Sri Satyaningtyas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here