Rasionalika– Dewasa ini, gibah nampaknya menjadi hal yang lumrah dilakukan. Namun ternyata islam sudah mengatur secara tegas terkait perbuatan gibah ini, Imam Abu Daud dalam Sunan nya pada bab Gibah mengatakan:

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا الْأَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جُرَيْجٍ عَنْ أَبِي بَرْزَةَ الْأَسْلَمِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يَدْخُلْ الْإِيمَانُ قَلْبَهُ لَا تَغْتَابُوا الْمُسْلِمِينَ وَلَا تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ فَإِنَّهُ مَنْ اتَّبَعَ  عَوْرَاتِهِمْ يَتَّبِعُ اللَّهُ عَوْرَتَهُ وَمَنْ يَتَّبِعْ اللَّهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ فِي بَيْتِهِ. رواه أبو داود

– أبو داود : سليمان بن الأشعث بن شداد بن عمرو بن إسحاق بن بشير الأزدي السجستاني

Artinya:

Dari Abu Barzah Al Aslami ra. (w.64 H) bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Wahai orang-orang yang beriman dengan lisannya namun keimanannya belum masuk ke dalam hatinya, janganlah kalian mengumpat seorang muslim dan jangan pula mencari-cari kesalahannya. Sebab siapa saja yang mencari-cari kesalahan mereka, maka Allah akan mencari-cari kesalahannya. Maka siapa saja yang Allah telah mencari-cari kesalahannya, Allah tetap akan menampakkan kesalahannya meskipun ia ada di dalam rumahnya.”

Abu Daud (202 H – 275 H) 73 tahun.

Istifadah

Gibah berarti menggunjing atau membicarakan keburukan orang lain dengan maksud mencari kesalahan-kesalahan orang tersebut. Baik hal yang dibicarakan tersebut keadaan sosialnya, jasmaninya, akhlaknya ataupun agamanya. Caranya pun beraneka ragam, bisa dengan memampangkan aib, ataupun meniru ucapan dan tingkah laku dengan tujuan memperolok seseorang.

Dalam surah Al-Hujurat ayat 12 disebutkan bahwa melakukan gibah berarti sama saja memakan daging bangkai saudara kita sendiri. Lebih dari itu, berdasarkan hadis di atas disebutkan bahwa orang yang mencari kesalahan orang lain, maka Allah akan balas dengan mencari kesalahannya pula. Begitu berat ancaman yang ditujukan kepada pelaku gibah, dan tentu sudah seyogyanya bagi kita semua untuk menjaga diri dari perbuatan tersebut.

Salah satu cara untuk menjaga diri dari perilaku gibah adalah mengingat bahwa bisa jadi orang yang dibicarakan tersebut lebih baik dari kita, dan juga mengingat bahwa semua perbuatan pasti akan mendapatkan balasan di akhirat nanti. Harapannya semoga kita semua bisa menjaga diri dari perilaku gibah, dan selamat dari perilaku lainnya yang dapat menggerogoti amal kebaikan kita.

Wallahu a’lam

Oleh Naila Karimah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here