Rasionalika– Marah merupakan sikap yang tidak bisa terlepas dalam diri manusia. Hal ini sangatlah wajar karena dalam kehidupan terkadang banyak ditemukan permasalahan dan kejanggalan yang membuat diri kita marah. Imam Bukhari (w. 256 H) dalam kitab shahihnya pada bab anjuran menahan hawa nafsu mengatakan:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ (رواه البخاري)

Artinya:

Dari Abu Hurairah (w. 57 H) radhiallahu’anhu, Rasulullah SAW bersabda, Tidaklah orang yang kuat adalah orang yang pandai bergulat, tapi orang yang kuat adalah orang yang dapat menahan nafsunya ketika ia marah.”

Al-Bukhari (194 H – 256 H : 62 tahun).

Istifadah :

Rasulullah SAW mengajarkan untuk menahan hawa nafsu ketika marah. Bahkan orang yang bisa  menahan hawa nafsu ketika marah dikategorikan orang yang kuat.

Dalam riwayat Yahya bin Yusuf dikatakan datang seorang laki laki yang bernama Jariyah bin Qudamah datang pada Nabi dan meminta wasiat, “tunjukan aku amal yang membuatku masuk surga.” lalu Nabi menjawab, “jangan marah” dan mengulangnya beberapa kali, perlu dipahami dalam konteks ini orang tersebut datang pada nabi dalam keadaan marah dan sedang mendapatkan masalah, maka jawaban nabi itu sesuai dengan keadaan penanya tersebut.

Orang marah sangat terlihat baik secara lahir maupun batin, secara lahir terlihat dengan mimik wajahnya yang merah begitu juga ucapan lisannya yang dipenuhi dengan cacian dan makian sedangkan secara batin hatinya dipenuhi hasud dan kedengkian, hal ini biasanya yang memicu permusuhan sampai pembunuhan. Maka Menurut Imam al-Baidawi semua kerusakan yang dilakukan oleh manusia disebabkan oleh syahwat dari amarahnya.

Oleh karena itu menurut Ibnu Battal, melawan hawa nafsu dan amarah itu lebih susah daripada melawan musuh. Karena sejatinya melawan hawa nafsu melawan diri sendiri yang akan sulit dilakukan jika tidak memiliki kesabaran dan hati yang jernih. Semoga kita bisa menahan hawa nafsu dan amarah.

Wallahu A’lam

Oleh: Dede Yasin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here