*ONE DAY ONE HADITH*
Jumat, 30 Jumadilakhir 1442 H/12 Februari 2021

Hadis Cara Rasulullah Bertamu

بسم الله الرحمن الرحيم

صحيح البخاري : كتاب الإستئذان

باب : التسليم والإستئذان ثلاثا

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا ثُمَامَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا سَلَّمَ سَلَّمَ ثَلَاثًا وَإِذَا تَكَلَّمَ بِكَلِمَةٍ أَعَادَهَا ثَلَاثًا.(رواه البخاري)
– *البخاري* : وهو أبو عبد الله *محمد بن إسماعيل* بن إبراهيم بن المغيرة بن بَردِزبَة الجعفي البخاري.

Artinya:
Dari Anas ra. (w.91 H) bahwa, _”Apabila Rasulullah saw. memberi salam, beliau memberi salam hingga tiga kali, dan apabila berbicara biasanya beliau mengulanginya hingga tiga kali.”_
HR. Al-Bukhari (194 H – 256 H : 62 tahun).

Istifadah:
Saling berkunjung dan bertemu adalah hal yang biasa terjadi. Baik bertemu sanak saudara, tetangga maupun teman. Namun, banyak diantara kita melupakan atau memang belum mengetahui adab dalam bertamu, dimana Syariat Islam telah memiliki tuntunan tersendiri dalam hal ini.

Terkadang seseorang bertamu hanya dengan memanggil-manfgil nama yang hendak ditemui atau dengan kata-kata sekedarnya. Rasul saw.mengajarkan kepada kita, hendaknya seseorang ketika bertamu itu memberi salam dan meminta izin untuk masuk.

Sesuai dengan hadis diatas, memberi salam dan izin untuk masuk diberikan batas yaitu sebanyak tiga kali. Maksudnya adalah jika kita telah memberi salam atau meminta izin (dengan cara mengetuk pintu atau bel pada umumnya) namun tidak ada jawaban atau tidak diizinkan, maka itu berarti kita harus menunda kujungan kita kali itu. Adapun jika salam kita telah dijawab, bukan berarti kita dapat membuka pintu kemudian masuk begitu saja atau jika pintu telah terbuka kita bisa masuk seenaknya. Namun, mintalah izin untuk masuk dan tunggu sampai pemilik rumah mengizinkan untuk masuk.

Alangkah indahnya jika setiap langkah yang kita lakukan diniatkan untuk ibadah kepada Alloh dan mengikuti sunnah Rasul.

Wallahu a’lam

Oleh Inti Ma’muroh
————————
Jangan lupa ikuti media kami :
📷 : INSTAGRAM

[Lembaga Kajian dan Riset Rasionalika Darus-Sunnah]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here