ONE DAY ONE HADITH

Kamis, 30 Jumadilakhir 1442 H/ 12 Februari 2021 M

Hadis Kebolehan Melakukan Salat Beberapa Kali Dengan Satu Wudu

بسم الله الرحمن الرحيم

صحيح مسلم : كتاب الطهارة

باب : جواز الصلاة كلها بوضوء واحد

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ ، حَدَّثَنَا أَبِي ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ ، عَنْعَلْقَمَةَ بْنِ مَرْثَدٍ ح وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ، وَاللَّفْظُ لَهُ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ ، عَنْسُفْيَانَ ، قَالَ : حَدَّثَنِي عَلْقَمَةُ بْنُ مَرْثَدٍ ، عَنْسُلَيْمَانَ بْنِ بُرَيْدَةَ ، عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى الصَّلَوَاتِ يَوْمَ الْفَتْحِ بِوُضُوءٍ وَاحِدٍ، وَمَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ. فَقَالَ لَهُ عُمَرُ : لَقَدْ صَنَعْتَ الْيَوْمَ شَيْئًا لَمْ تَكُنْ تَصْنَعُهُ. قَالَ : ” عَمْدًا صَنَعْتُهُ يَا عُمَرُ “.. (رواه مسلم)
مسلم :أبو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري.

Artinya:
Dari Sulaiman bin Buraidah dari bapaknya bahwa Nabi saw. malaksanakan beberapa kali salat pada saat penaklukan kota Makkah dengan satu kali wudu dan mengusap bagian atas khufnya, maka Umar bertanya kepada beliau; Sungguh, hari ini engkau telah melakukan sesuatu yang belum pernah engkau lakukan sebelumnya?’ Beliau menjawab: “Ini sengaja aku lakukan wahai Umar.”
HR. Muslim (204 H – 261 H), 57 tahun.

Istifadah:
Dari hadis tersebut di atas dapat dipahami bahwa satu wudu boleh dipakai untuk melakukan salat beberapa kali, baik salat fardu maupun sunah selama Mushalli (Orang yang salat) belum batal wudunya.

Walau dibolehkan, namun melakukan wudu kembali ketika hendak melakukan ibadah hukumnya adalah sunah. Dalam kitab al-Minhaj Syarh Sahih Muslim, Imam Nawawi mengemukakan beberapa pendapat tentang disunahkannya melakukan wudu kembali walaupun masih dalam keadaan suci, yaitu:

  1. Disunahkan ketika hendak melakukan salat, baik shalat fardhu maupun sunah.
  2. Disunahkan hanya ketika hendak melakukan salat fardhu.
  3. Disunahkan apabila wudu yang pertama telah dipakai untuk melakukan sesuatu yang tidak boleh dilakukan kecuali dalam keadaan suci, seperti memegang mushaf dan sujud tilawah.
  4. Disunahkan walaupun tidak hendak mengerjakan ibadah apapun, dengan syarat: wudu yang pertama dan kedua memiliki jeda waktu.

Waallahu a’lam

Oleh Baharudin Ardani
————————
Jangan lupa ikuti media kami :
📷 : INSTAGRAM
Yuk, wakaf untuk Darus-Sunnah, Pesantren Hadis Pertama di Indonesia:
💳 : DONASI
[Lembaga Kajian dan Riset Rasionalika Darus-Sunnah]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here