ONE DAY ONE HADITH

Rabu, 28 Jumadilakhir 1442 H/10 Februari 2020 M

Hadis Adab Terhadap Makanan

بسم الله الرحمن الرحيم

صحيح البخاري : كتاب المناقب

باب : صفة النبي صلى الله عليه وسلم

حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ الْجَعْدِ ، أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ ، عَنِ الْأَعْمَشِ ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ : مَا عَابَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا قَطُّ، إِنِ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ وَإِلَّا تَرَكَهُ. (رواه البخاري)
البخاري : وهو أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بَردِزبَة الجعفي البخاري.

Artinya:
Dari Abu Hurairah r.a. berkata, “Nabi saw. tidak pernah mencela makanan. Bila suka, beliau memakannya. Bila tidak, beliau diam.”
HR. al-Bukhari (194 H – 256 H) 62 tahun.

Istifadah :
Tidak mencela artinya tidak mengumbar ketidaksukaan terhadap makanan, seperti ungkapan, “ih menjijikkan,” “ah, terlalu asin, terlalu manis, hambar dan semisalnya.” Karena, kadang seseorang suka suatu makanan, orang lain tak suka. Begitupun sebaliknya. Ini adalah adab yang terpuji. Begitulah pesan Ibn Battal sebagaimana dikutip oleh Imam Ibn Hajar al-Asqalani dalam kitabnya Fath al-Bari Syarh Sahih al-Bukhari dan pesan Imam Nawawi dalam al-Minhaj Syarh Sahih Muslim yang juga dikutip oleh Imam al-Mubarakfuri dalam Tuhfat al-Ahwazi Syarh Jami’ al-Tirmizi dan oleh Imam al-‘Azim Abadi dalam Aun al-Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud.

Dan lihatlah, bagaimana para imam ahli hadis menempatkan hadis ini dalam kitabnya. Imam al-Bukhari menulisnya dalam “Bab Sifat Nabi saw.” Sang Suri Tauladan. Jangan bilang cinta Nabi jika sifatnya tak diikuti. Imam al-Tirmizi memasukkan dalam “Kumpulan Bab Tentang Kebaikan dan Ketulusan Nabi saw.,” “Bab Meninggalkan Mencela Nikmat.” Karena, makanan adalah satu di antara nikmat besar yang Tuhan berikan kepada kita. Imam Abu Daud, selain memandang adab, juga memandang dari sisi hukum bahwa mencela makanan adalah makruh (tidak disukai). Begitulah beliau memasukkan hadis ini dalam babnya.

Semoga kita bisa bersyukur atas nikmat Tuhan, dan bersabar atas apa yang tidak kita sukai.
Wallahu A’lam

Oleh Nurul Mashuda
————————
Jangan lupa ikuti media kami :
📷 : INSTAGRAM
Yuk, wakaf untuk Darus-Sunnah, Pesantren Hadis Pertama di Indonesia:
💳 : DONASI
[Lembaga Kajian dan Riset Rasionalika Darus-Sunnah]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here