ONE DAY ONE HADITH
Jumat, 23 Jumadilakhir 1442 H/ 5 Februari 2021 M

10 Syarat Sah Bacaan al-Fatihah di dalam Salat

بسم الله الرحمن الرحيم

صحيح مسلم : كتاب الصلاة

باب : وجوب قراءة الفاتحة في كل ركعة وإنه إذا لم يحسن الفاتحة

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَمْرٌو النَّاقِدُ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ جَمِيعًا عَنْ سُفْيَانَ قَالَ أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ مَحْمُودِ بْنِ الرَّبِيعِ عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ يَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ
(رواه مسلم)
مسلم :أبو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري.

Artinya:
dari Ubadah bin ash-Shamit (W. 34 H), hadits ini sampai kepada Nabi ﷺ, “Tidak sah shalat seseorang yang tidak membaca Fatihatul kitab.”
HR. Muslim (204 H – 261 H) 57 tahun.

Istifadah:
Disebutkan di dalam kitab Munisul Jalis bi Syarhi Yaqutin Nafis yang ditulis oleh Syeikh Abu Hamzah Mustafa bin Ahmad bin Abdul Nabiy Abu Hamzah al-Syafii, bahwa ada sepuluh syarat sah bacaan al-Fatihah :

  1. Bacaan al-Fatihah harus didengar oleh diri sendiri atau mushalli (orang yang sedang salat)
  2. Membaca al-Fatihah secara tertib, artinya sesuai dengan urutan ayat yang ada di dalam mushaf al-Quran
  3. Membaca al-Fatihah secara muwalah yaitu tidak lama berhenti dari satu ayat ke ayat berikutnya
  4. Mushalli harus menjaga setiap huruf dan tasydid yang berjumlah 14 di dalam surat al-Fatihah. Kalau mushalli meninggalkan satu huruf atau mengganti huruf dengan huruf lain, atau tidak membaca tasydid terhadap ayat yang mesti dibaca tasydid, sedangkan si mushalli mampu untuk membacanya dengan benar, maka mushalli wajib mengulang kembali al-Fatihah sebelum rukuk. Jika ia sudah rukuk dengan sengaja sebelum mengulang al-Fatihah maka salatnya tidak sah.
  5. Tidak boleh ada bacaan yang salah (lahn) yang dapat mengubah dan merusak makna al-Fatihah
  6. Tidak boleh membaca al-Fatihah dengan qiraah syadz yang mengubah makna al-Fatihah
  7. Mushalli harus membaca seluruh ayat dari surat al-Fatihah, termasuk basmalah.
  8. Membaca al-Fatihah dengan bahasa arab, tidak boleh diterjemah ke bahasa lain.
  9. Membaca seluruh ayat dari al-Fatihah dalam keadaan berdiri.
  10. Membaca al-Fatihah dengan niat membaca al-Fatihah, tidak karena niat lain.

Oleh karena itu, hendaknya kita berhati-hati dalam membaca al-Fatihah. Jangan sampai tergesa-gesa, sehingga banyak tajwid, tasydid yang tidak terbaca secara sempurna.
Waallahu a’lam

Oleh Nadiya Lil Khairi
————————
Jangan lupa ikuti media kami :
📷 : http://bit.ly/Rasionalika_Darussunnah
Yuk, wakaf untuk Darus-Sunnah, Pesantren Hadis Pertama di Indonesia:
💳 : https://nucare.id/program/wakafpesantren
[Lembaga Kajian dan Riset Rasionalika Darus-Sunnah]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here